Sistem pertahanan udara Cheongung-II (KM-SAM II) buatan Korea Selatan menjadi sorotan dunia dalam menghadapi serangan rudal Iran di Uni Emirat Arab. Sistem hanud yang berhasil mencegat rentetan rudal balistik dan drone bunuh diri dari Iran ini menegaskan kemampuan Korea Selatan dalam skenario perang nyata. Dengan teknologi Hit-to-Kill yang canggih, Cheongung-II mampu menabrak langsung rudal lawan dengan kecepatan supersonik, menjamin kehancuran target di udara sebelum mencapai daratan. Dilengkapi dengan radar AESA multifungsi dan kemampuan manuver yang luar biasa, sistem ini mampu mencegat target hingga 20 kilometer dengan jangkauan efektif 40 kilometer, menjadi pelindung yang sangat efektif bagi area perkotaan.
Uni Emirat Arab telah menjadi pelanggan ekspor pertama bagi sistem Cheongung-II, dengan nilai akuisisi mencapai US$3,5 miliar. Angka fantastis ini mencakup pengadaan beberapa unit baterai tempur yang terintegrasi secara penuh. Keberhasilan Korea Selatan dalam melindungi langit Emirat dengan Cheongung-II juga menarik minat negara lain seperti Arab Saudi. Dalam situasi di mana pasokan senjata Barat sering kali terhambat, sistem yang teruji coba dan efektif dari Korea Selatan menawarkan alternatif yang lebih canggih dan terjangkau. Kini, Cheongung-II menjadi simbol prestise teknologi militer Korea Selatan yang mampu mengubah peta kekuatan pertahanan di kawasan yang bergejolak.


