Dalam era peperangan modern yang didasarkan pada informasi, kecepatan dan ketepatan data di lapangan menjadi kunci keberhasilan operasi. BMS Personnel, sebuah sistem manajemen medan perang, merancang sebuah platform integrasi taktis yang menjadi “mata dan otak” bagi setiap prajurit di garda terdepan. Sistem ini dikembangkan bersama Litbang TNI Angkaran Darat dan perusahaan swasta nasional, Hariff Defense, yang berbasis di Bandung.
BMS Personnel terdiri dari tiga komponen utama yang bekerja secara bersamaan. Pertama, Central Control Unit (CCU) berperan sebagai otak sistem yang mengolah data sensor dan koordinat. Kedua, layar Display (Human Interface) dipasang pada rompi atau lengan prajurit untuk melihat informasi taktis secara real-time. Dan ketiga, Tactical Camera terpasang pada helm prajurit untuk streaming video langsung ke posko.
Keunggulan BMS Personnel adalah kemampuannya beradaptasi dengan ketersediaan sinyal, sehingga dapat menggunakan jaringan GSM/LTE atau satelit untuk transmisi data. Keamanan data juga menjadi prioritas utama, dengan setiap unit CCU dilengkapi dengan kartu memori internal sebagai “Blackbox” untuk menyimpan data penting.
Dikembangkan secara lokal, BMS Personnel merupakan bukti kemandirian industri pertahanan Indonesia. Teknologi ini membantu meminimalisir risiko prajurit tersesat atau insiden friendly fire, sehingga setiap keputusan komandan didasarkan pada data yang akurat. BMS Personnel telah diadopsi oleh prajurit TNI AD dalam operasi di Papua.


