Militer Rusia telah memulai tahap baru dalam strategi serangan udara jarak jauh dengan menggunakan rudal jelajah terbaru yang dikenal sebagai “Izdeliye-30”. Berdasarkan laporan dari Defence Blog, rudal ini merupakan jawaban strategis Kremlin untuk membawa senjata dengan daya hancur besar namun lebih efisien dari segi biaya produksi daripada pendahulunya, rudal Kh-101. Izdeliye-30 memberikan Rusia taktik yang lebih mengutamakan kuantitas serangan tanpa mengesampingkan kualitas presisi. Dikembangkan oleh biro desain Zvezda, rudal ini memiliki jangkauan operasional minimal 1.500 kilometer, memberikan fleksibilitas bagi pembom strategis seperti Tu-95MSM dan Tu-160M untuk meluncurkan serangan dari dalam wilayah udara Rusia yang terlindungi secara maksimal. Selain itu, keunggulan Izdeliye-30 terletak pada hulu ledaknya yang sangat besar seberat 800 kilogram, serta menggunakan sistem navigasi yang tahan gangguan seperti penerima satelit Kometa-M12. Penggunaan rudal ini memberi keuntungan biaya bagi Rusia dengan desain yang lebih sederhana dibanding pendahulunya Kh-101. Integrasi sistem peluncurannya juga telah teruji keandalannya pada berbagai platform pembom strategis, membuat pengerahan rudal menjadi lebih cepat dan efisien. Izdeliye-30 menjadi bagian dari strategi militer Rusia untuk mempertahankan dominasi di ruang udara dengan spektrum pilihan senjata yang lengkap. Dengan kombinasi rudal Kh-BD untuk misi strategis antarbenua, Izdeliye-30 difokuskan pada serangan taktis-operasional jarak menengah, menjadikan Rusia memiliki beragam senjata untuk berbagai situasi pertempuran.


