Monday, April 13, 2026
HomeMiliterProduksi Massal Rudal GMLRS di Australia untuk Perkuat M142 HIMARS

Produksi Massal Rudal GMLRS di Australia untuk Perkuat M142 HIMARS

Australia telah mencatatkan tonggak sejarah baru dengan memulai produksi massal Guided Multiple Launch Rocket Systems (GMLRS) secara domestik. Langkah strategis ini diambil untuk mengurangi ketergantungan Australia terhadap rantai pasok internasional yang kian rentan serta memastikan militer memiliki pasokan amunisi presisi yang stabil di tengah ketidakpastian geopolitik global. Program ini merupakan bagian dari program Guided Weapons and Explosive Ordnance (GWEO) Enterprise yang merupakan langkah besar dalam transfer teknologi tinggi. Dengan memproduksi rudal GMLRS sendiri, Australia memposisikan diri sebagai pusat manufaktur senjata presisi di belahan bumi selatan, didukung penuh oleh mitra strategisnya, Amerika Serikat.

GMLRS bukan hanya roket biasa, melainkan senjata presisi tinggi dengan sistem pemandu GPS dan Inertial Navigation System (INS). Rudal ini mampu menghantam target dengan tingkat akurasi luar biasa bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem. Dengan kekuatan hulu ledak Unitary seberat 90 kilogram, rudal ini memberikan dampak kerusakan maksimal pada target titik namun tetap meminimalkan kerusakan kolateral di area sekitarnya. GMLRS dijuluki “sniper jarak jauh” karena kemampuannya yang sangat disiplin dalam melenyapkan aset lawan secara tepat sasaran.

Produksi GMLRS di Australia tidak hanya menjamin keamanan nasional tetapi juga membuka peluang untuk menjadi pusat penyedia logistik senjata bagi negara-negara sekutu di kawasan. Pemerintah Australia berencana membangun fasilitas berkecepatan tinggi untuk memenuhi target jangka panjang sebanyak 4000 rudal per tahun pada tahun 2029. Produsen utama GMLRS adalah Lockheed Martin Australia, yang bekerja sama dengan sejumlah perusahaan lokal Australia seperti Thales Australia, Moog Australia, Intract Australia, dan Marand & AW Bell. Kolaborasi ini telah menghasilkan rudal GMLRS yang merupakan buatan Australia, memperkuat kedaulatan industri pertahanan negara tersebut.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER