Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menyetujui penjualan militer asing kepada Pemerintah Singapura untuk sistem amunisi canggih Guided Multiple Launch Rocket System-Alternative Warhead (GMLRS-AW) dan peralatan pendukungnya. Kesepakatan senilai sekitar US$83,14 juta melibatkan pembelian 45 pods rudal M30A2 GMLRS-AW, yang dirancang untuk meningkatkan daya hancur presisi tanpa melanggar konvensi internasional tentang amunisi curah. Kontraktor utama Lockheed Martin akan menyediakan dukungan teknis, kit telemetri, dan bantuan logistik untuk memastikan operasional jangka panjang armada artileri roket Singapura.
Sangat strategis, langkah pengadaan ini menghadirkan varian M30A2 Alternative Warhead (AW) dengan teknologi Lethality Enhanced Ordnance (LEO). Rudal ini mampu menyebarkan sekitar 182.000 butiran tungsten pre-fragmentasi saat meledak di atas target, memungkinkan rudal menghujani area luas dengan proyektil berkecepatan tinggi. M142 HIMARS Singapura dengan sasis FMTV akan memperkuat taring dari 18 unit peluncur M142 HIMARS yang saat ini dioperasikan oleh Batalyon ke-23 Artileri Singapura.
Amunisi ini memberikan fleksibilitas taktis yang luar biasa bagi pasukan darat dengan jangkauan presisi mencapai 70 hingga 90 kilometer. Penggunaan varian “A2” menandakan standar keamanan yang lebih tinggi melalui Insensitive Munition Propulsion System (IMPS), meningkatkan stabilitas sistem pendorong rudal. Dengan modernisasi ini, Singapura tidak hanya meningkatkan kemampuan pertahanan domestiknya, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai negara dengan teknologi militer paling mutakhir di kawasan Asia Tenggara.


