Friday, January 23, 2026
HomeMiliterRusia Produksi Rudal Balistik Hipersonik Oreshnik di Belarusia - Kecemasan NATO

Rusia Produksi Rudal Balistik Hipersonik Oreshnik di Belarusia – Kecemasan NATO

Setahun setelah serangan rudal balistik jarak menengah (IRBM) Oreshnik ke Dnipro, Ukraina, kecemasan tetap menghantui komunitas negara NATO di Eropa terkait potensi serangan rudal balistik hipersonik tersebut. Kabar mengenai produksi massal dan penempatan Oreshnik di Belarusia terus membuat isu rudal ini menjadi sorotan utama. Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan produksi dan penempatan Oreshnik di Belarusia dalam pertemuan dengan Presiden Belarus Alexander Lukashenko pada 1 Agustus 2025. Seri pertama Oreshnik telah diproduksi dan sudah aktif dalam layanan militer, dengan lokasi penempatannya di Belarus dijadwalkan selesai sebelum akhir tahun 2025. Dikategorikan sebagai IRBM, Oreshnik (dalam bahasa Rusia berarti ‘pohon Hazel’ atau ‘Kacang Hazel’) menjadi perhatian global setelah digunakan dalam serangan terhadap fasilitas di Dnipro, Ukraina, sebagai respons terhadap penggunaan rudal jarak jauh Barat oleh Ukraina. Rudal ini memiliki kecepatan sangat tinggi mencapai Mach 10 dan dilaporkan membawa Multiple Independently Targetable Re-entry Vehicles (MIRV), memungkinkannya menyerang beberapa target secara bersamaan. Adaptasi Oreshnik dari Rubezh (ICBM) disinyalir sebagai versi modifikasi untuk peran IRBM dengan muatan konvensional, sebanding dengan peran Rubezh yang dapat digunakan sebagai IRBM. Saat ini, produksi massal Oreshnik dilakukan di fasilitas produksi senjata milik Rusia, dengan penggunaan peluncur bergerak yang memberikan fleksibilitas mobilitas di darat.

Antisipasi terhadap serangan Oreshnik mendorong Angkatan Darat AS untuk mengembangkan “Dark Eagle” – Sistem Anti Rudal Balistik dengan kecepatan super tinggi mencapai Mach 17, menunjukkan respons serius terhadap ancaman rudal balistik hipersonik tersebut.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER