Sukhoi Su-57, jet tempur generasi kelima, telah memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai “kopilot” untuk mendukung pilot dalam mengelola ancaman, merekomendasikan senjata, mengelola data sensor, dan membantu dalam profil penerbangan. AI juga berperan dalam sistem komunikasi dengan penyandian data di Su-57, yang dikenal sebagai IUS-57. IUS-57 bukan sekadar komputer penerbangan biasa, melainkan pusat komando yang membantu pilot menghadapi lingkungan pertempuran yang kompleks. Sistem ini mengumpulkan dan memproses data dari berbagai sensor Su-57 untuk menciptakan gambaran taktis yang akurat di kokpit dan memberikan rekomendasi kepada pilot.
Dalam situasi pertempuran yang padat, IUS-57 dapat mengambil alih tugas non-kritis atau mengotomatiskan manajemen sistem senjata dan pertahanan untuk membantu mengurangi beban kerja pilot. Dengan adanya fusi sensor dan kecerdasan buatan, Su-57 dapat beroperasi secara mulus dalam kelompok tempur yang terpadu, bahkan dengan Unmanned Aerial Vehicles (UAV) atau drone. Pengembangan IUS-57 dan avionik terintegrasi dipimpin oleh perusahaan kunci di bawah Rostec, seperti KRET, NIIP, dan United Aircraft Corporation (UAC) / Biro Desain Sukhoi.
IUS-57 telah menjadi bagian integral dari desain Su-57 sejak fase purwarupa, namun terus mengalami pengembangan untuk meningkatkan kecerdasan buatan dan kemampuan sistem yang lebih baik. Pengembangan sistem ini terus berlanjut dengan uji coba yang fokus pada peningkatan kecerdasan buatan. Su-57 dengan IUS-57 versi produksi telah diserahkan ke Angkatan Udara Rusia dan unit-unit serial berikutnya dilengkapi dengan sistem ini. Rencana upgrade untuk meningkatkan kecerdasan buatan dan smart system dari Su-57 terus diumumkan.


