Insiden terbaru terjadi pada 19 Oktober 2025, ketika pesawat intai maritim P-8A Poseidon milik Angkatan Udara Australia (RAAF) kembali menemui insiden maut di Laut Cina Selatan. Kali ini, pesawat tersebut ‘diserang’ oleh jet tempur Sukhoi Su-35 dari Angkatan Udara Cina, mengingat insiden sebelumnya pada tahun 2022 di mana Poseidon dicegat oleh Shenyang J-16. Pemerintah Australia telah mengeluarkan keberatan resmi terhadap Cina atas manuver yang dianggap tidak aman dan tidak profesional, di mana jet tempur Su-35 Cina diklaim melepaskan flare dengan jarak yang sangat dekat dengan pesawat Poseidon. Meskipun tidak ada kerusakan yang dilaporkan pada pesawat atau awaknya, Australia mengecam tindakan tersebut. Sementara itu, Cina mengklaim telah mengusir pesawat Australia karena dianggap melanggar kedaulatan di perairan internasional di LCS. Perbedaan utama antara insiden Su-35 pada 2025 dan J-16 pada 2022 adalah pada model jet tempur yang digunakan serta fokus dari manuver yang dilakukan. Jelas bahwa insiden ini menunjukkan peningkatan postur militer Cina dan siap untuk melindungi wilayahnya dari ancaman asing.


