Militer Venezuela siap menghadapi kemungkinan serangan dari Amerika Serikat dengan persiapan yang matang. Mereka tengah membangun umpan (decoy) untuk mengelabui serangan udara AS dengan memunculkan maket skala penuh dari berbagai alutsista seperti kanon ZU-23, mortir 120 mm, dan rantis lapis baja VN-4. Tujuan utama dari penggunaan umpan ini adalah untuk mempersulit pengumpulan data udara dan memperbesar kekuatan tempur yang dipersepsikan. Selain itu, Venezuela juga memiliki sistem pertahanan udara yang terintegrasi termasuk baterai rudal S-300VM, Buk-M2E, Pechora-2M, ZU-23, dan MANPADS.
Umpan tersebut meniru dengan detail siluet-siluet alutsista yang ada, sehingga akan menghabiskan waktu dan biaya yang lebih besar bagi penyerang AS dalam menentukan target utama. Meskipun tidak sebanding dengan kekuatan militer AS, Venezuela terus berupaya meningkatkan sistem pertahanan udaranya dengan pengiriman sistem-sistem pertahanan udara baru dari Rusia, seperti Pantsir-S1 dan Buk-M2E. Perusahaan pertahanan milik negara Venezuela, CAVIM, juga terlibat dalam produksi umpan dan simulator termal untuk meningkatkan keamanan negara. Dengan persiapan yang matang ini, Venezuela siap menghadapi potensi serangan udara dari AS dengan strategi yang cerdik untuk mempertahankan kedaulatan negaranya.


