Ilmuwan Militer Cina Ungkap Rencana Hancurkan Gugus Tempur Kapal Induk AS dari Jarak 3.000 Km
Ambisi Beijing dalam memperkuat doktrin anti-access/area-denial (A2/AD) di kawasan Indo Pasifik terus berada pada level tertinggi. Kabar terbaru yang dihimpun dari citra satelit bertanggal 3 Juli melaporkan bahwa militer Cina kembali melakukan uji tembak rudal balistik yang menyasar target tiruan skala penuh (full-scale mock-up) dari kapal induk terbaru Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, serta kapal perusak Arleigh Burke class.
Uji Tembak Rudal Balistik di Gurun Taklamakan
Kawah bekas hantaman (impact craters) akibat hulu ledak rudal tersebut pertama kali terdeteksi melalui citra satelit pada 29 Juni 2026. Penemuan ini mempertegas fokus berkelanjutan Beijing dalam mengasah kemampuan rudal balistik anti kapal (Anti-Ship Ballistic Missile) serta strategi carrier-denial warfare guna menangkal kehadiran gugus tempur laut sekutu jika sewaktu-waktu konflik pecah di Selat Taiwan atau Laut Cina Selatan.
Sebuah Ancaman yang Nyata
Bagi pengamat militer, aksi pengeboman di fasilitas uji coba Ruoqiang, Daerah Otonom Xinjiang ini bukanlah pemandangan baru. Kompleks simulasi di tengah Gurun Taklamakan ini telah lama diidentifikasi sebagai pusat latihan penargetan strategis PLA.
Melalui kemunculan kawah hantaman baru ini, Perancis, Amerika Serikat, dan kekuatan global lainnya diperlihatkan pesan deteren yang jelas, bahwa kapal induk tercanggih dan termahal sekalipun kini tidak lagi aman dari jangkauan rudal balistik presisi tinggi milik Beijing.
Arsenal Rudal Cina yang Mematangkan Strategi
Aktivitas konsisten di Gurun Taklamakan ini sekaligus menjadi pembuktian atas kesiapan arsenal rudal strategis milik Cina yang semakin matang. Beijing saat ini mengandalkan beberapa varian rudal pembunuh kapal induk yang paling ditakuti, mulai dari DF-21D “Stonefish” yang legendaris, rudal jarak menengah DF-26 yang mampu menjangkau Guam, hingga rudal balistik yang diluncurkan dari udara (Air-Launched Ballistic Missile) seperti CH-AS-X-13 yang digotong oleh pembom strategis Xian H-6N.
(Gilang Perdana)
Sumber: indomiliter.com


