NATO Berkomitmen Tingkatkan Kedaulatan Udara Eropa
Aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengambil langkah besar untuk memperkuat kedaulatan udara dan mobilitas strategis kawasan Eropa. Dalam NATO Summit Defence Forum di Ankara, pemerintah tujuh negara anggota meluncurkan Proyek Visibilitas Tinggi untuk membentuk Armada Airbus A400M Multinational.
Pooling and Sharing untuk Mengatasi Celah Kemampuan
Proyek ini difokuskan pada strategi pooling and sharing untuk mengatasi celah kemampuan angkut udara strategis di Eropa. Dengan menyatukan operasional pesawat angkut militer A400M di bawah satu komando taktis terpadu, diharapkan kebutuhan nasional dan mandat NATO dapat terpenuhi secara efektif.
Tahapan kerja sama multinasional mencakup kepemilikan, pengoperasian bersama, layanan pendukung, perawatan pesawat, pelatihan kru, infrastruktur, hingga manajemen logistik. Armada bersama ini akan memberikan fleksibilitas operasional yang tinggi dalam berbagai misi seperti air-to-air refuelling, bantuan bencana alam, evakuasi medis darurat, dan pemadaman kebakaran hutan.
Langkah Bersama Berdasarkan Kesuksesan Program Sebelumnya
Langkah pembentukan armada A400M terinspirasi oleh kesuksesan program Multinational MRTT Fleet yang telah beroperasi sejak tahun 2020. Dengan Finlandia bergabung sebagai anggota baru, program ini semakin diperkuat oleh sembilan negara lainnya. Program MMF saat ini telah aktif terlibat dalam berbagai misi di berbagai kawasan.
Keberhasilan program Airbus A400M yang telah dioperasikan lebih dari 135 unit dengan lebih dari 270.000 jam terbang menunjukkan betapa pentingnya pesawat ini sebagai tulang punggung mobilitas udara di Eropa. Dengan roadmap kemampuan masa depan yang terus dikembangkan, peran A400M diprediksi akan semakin esensial dalam beberapa dekade mendatang.
Dengan adopsi strategi pooling and sharing, NATO dan negara-negara Eropa menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan pertahanan udara regional secara efektif dan efisien melalui kerja sama yang erat antara aliansi, negara anggota, dan industri pertahanan. (Bayu Pamungkas)
Sumber: Indomiliter.com


