Angkatan Laut Jepang (JMSDF) telah meningkatkan kemampuan pertahanan bawah airnya dengan menggunakan teknologi otonom terbaru yang dikembangkan secara domestik. Melalui kerja sama strategis antara Acquisition, Technology and Logistics Agency (ATLA), Mitsubishi Heavy Industries (MHI), dan IHI (Ishikawajima-Harima Heavy Industries), Jepang berhasil mengembangkan dua tipe drone bawah laut tak berawak (Unmanned Underwater Vehicle/UUV).
Langkah tersebut menunjukkan komitmen serius Jepang dalam memodernisasi kemampuan kontra-ranjau untuk menghadapi dinamika keamanan di kawasan Asia Pasifik. Spesifikasi teknis drone bawah laut ini, meskipun di bawah kerahasiaan, menunjukkan bahwa platform ini dirancang untuk operasional tingkat tinggi.
Drone ini diperkirakan memiliki bobot sekitar 900 kilogram dan panjang hampir 5 meter, didukung oleh baterai lithium-ion yang memberikan daya tahan hingga 24 jam. Integrasi sonar frekuensi rendah dan tinggi menjadi keunggulan utama, memungkinkan drone ini mendeteksi ranjau dengan akurasi yang tinggi.
Upaya pengoperasian drone bawah laut ini juga ditunjang oleh pengembangan sistem peluncuran khusus senilai US$1,53 juta oleh Kementerian Pertahanan Jepang. Sistem peluncuran ini dirancang untuk memungkinkan drone diterjunkan ke air dengan aman, baik dari dek kapal di tengah laut maupun dari fasilitas berbasis pantai.
Platform utama yang mendukung operasional drone ini bukanlah kapal penyapu ranjau tradisional, melainkan fregat Mogami class yang telah dimodernisasi. Dari fregat Mogami class, drone-drone ini akan memainkan peran utama dalam mendeteksi dan menetralisir ranjau laut.
Dengan pengembangan ini, Jepang memberikan penekanan pada otonomi dan efisiensi operasional. Diharapkan drone ini mampu mengidentifikasi ancaman secara real-time di lingkungan bawah laut yang dinamis. Melalui paduan antara fregat Mogami class dan drone bawah laut, Jepang sekarang memiliki kekuatan peperangan asimetris yang solid, yang dapat menjaga stabilitas perairan dan menetapkan standar baru dalam teknologi pertahanan maritim global.


