Thursday, June 11, 2026
HomeLainnyaYayasan Paseban dan BBKSDA Jabar Bangun Sinergi Konservasi

Yayasan Paseban dan BBKSDA Jabar Bangun Sinergi Konservasi

Wilayah Megamendung di Kabupaten Bogor kini menjadi salah satu ujung tombak upaya pelestarian hayati nasional, sebagaimana tergambar melalui kemitraan kuat antara Yayasan Paseban dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Bersama, kedua pihak ini tengah berikhtiar menghadirkan perubahan positif pada perlindungan ekosistem serta keberlangsungan spesies lokal.

Sejak penghujung Februari 2026, program penangkaran Rusa Timor (Rusa timorensis), satwa endemik Indonesia yang kian terancam, mulai diimplementasikan di kawasan ini. Program ini bertujuan untuk memperkuat populasi serta memastikan kelangsungan hidup mamalia langka yang kini berada dalam status rentan berdasarkan daftar merah IUCN akibat perburuan intensif dan hilangnya habitat.

Dahulu, Rusa Timor mewarnai hutan-hutan alami di Jawa, Bali, Timor, dan gugusan Nusa Tenggara. Namun dalam beberapa dekade terakhir, tekanan perburuan liar, pembukaan lahan, dan fragmentasi kawasan membuat populasi mereka terus menipis. Rusa Timor punya andil penting di rantai makanan dan pengatur pertumbuhan tumbuhan hutan tropis, sehingga penyusutannya juga berdampak pada stabilitas ekosistem.

Studi yang pernah dilakukan Toni Kobu di Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, Sumba Tengah, mengungkapkan bahwa intensitas aktivitas manusia—baik berupa perburuan maupun gangguan kawasan—memicu perubahan perilaku satwa ini. Rusa Timor kini lebih aktif di fajar dan senja serta menunjukkan kehati-hatian ekstra setiap kali mencium jejak manusia.

Menyadari ancaman tersebut, penangkaran di Megamendung diatur tidak hanya sebagai ruang aman, tetapi juga sebagai fasilitas pembiakan berbasis sains guna menjaga kemurnian genetik, naluri liar, serta daya tahan adaptasi satwa sebelum pelepasliaran. Sembilan ekor Rusa Timor yang kini berada di sana telah dipastikan memiliki dokumen hukum jelas, didampingi oleh pengawasan BBKSDA setelah proses serah terima dari masyarakat warga yang sebelumnya mengasuhnya secara sukarela.

Wahdi Azmi, perwakilan Yayasan Paseban, menekankan pentingnya agar penangkaran ini kelak mampu mendorong kebangkitan populasi alami di habitatnya, dengan tata kelola indukan yang sistematis. Wahdi berharap kerja sama semacam ini mampu meletakkan fondasi kokoh untuk konservasi jangka panjang dan keberhasilan proses pelepasliaran ke alam liar.

Stephanus Hanny Reki dari BBKSDA Jawa Barat, yang juga hadir dalam peluncuran inisiatif ini, menyatakan dukungannya terhadap sinergi lintas lembaga yang menjadi modal utama pencapaian perlindungan satwa liar berbasis kawasan bentang alam. Dia pun meyakini bahwa Megamendung sangat potensial untuk dikembangkan menjadi pusat studi ekosistem sekaligus benteng ekologis, terutama di kawasan strategis hulu Pasundan.

Menurutnya, inisiatif kolaboratif ini sangat kritis untuk membangun prototipe konservasi yang tahan lama. Melalui aksi bersama, kawasan Megamendung dapat terus tumbuh sebagai model penguatan konservasi satwa liar di Jawa Barat, serta menjadi rujukan bagi region lain di tanah air.

Upaya pembiakan Rusa Timor di Megamendung hanyalah satu dari sekian program lingkungan yang giat dijalankan Yayasan Paseban. Organisasi ini telah lama dikenal konsisten menggarap pemulihan lingkungan lewat penghijauan kawasan, pelestarian mata air, rehabilitasi zona kritis, edukasi untuk generasi muda, dan penjagaan plasma nutfah lokal.

Letak Megamendung yang beririsan langsung dengan zona penyangga Cagar Biosfer Cibodas—situs warisan dunia yang diakui UNESCO sejak 1977—menambah kepentingan ekologis kawasan ini. Fungsi hidrologis dan keragaman hayatinya menjadi alasan utama mengapa penjagaan dan pengelolaan harus semakin maksimal.

Langkah progresif dalam konservasi ini turut didukung oleh Andy Utama, tokoh pelindung Yayasan Paseban yang juga berperan sebagai pengusaha sekaligus advokat lingkungan. Di bawah kepemimpinannya, Megamendung tidak hanya diperkuat dari sisi konservasi satwa, tetapi juga pengembangan pertanian organik melalui Arista Montana, sebagai wujud relasi selaras antara manusia dan lingkungan.

Menatap fenomena pergeseran lingkungan dan hilangnya spesies, proyeksi penguatan konservasi Megamendung diposisikan sebagai instrumen strategis. Tujuannya meliputi lebih dari sekadar pelestarian Rusa Timor—melainkan juga percepatan pemulihan ekologis kawasan hulu, peningkatan keragaman hayati, dan penciptaan sistem pengelolaan berbasis riset yang dapat dijadikan referensi nasional di masa mendatang.

Sumber: Rusa Timor Di Megamendung Dan Jalan Panjang Konservasi Satwa Hulu Bogor
Sumber: Mengintip Penangkaran Rusa Timor Di Megamendung: Kolaborasi Konservasi Yayasan Paseban Dan BKSDA

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER