Angkatan Udara Cina (PLAAF) saat ini sedang melakukan modernisasi besar-besaran terhadap kekuatannya. Jet tempur Shenyang J-11A, varian awal dari keluarga Flanker yang dirakit berdasarkan lisensi Rusia, sedang ditarik dari tugas operasional garis depan dan dialihkan ke pusat-pusat pendidikan elit, terutama ke Air Force Engineering University (AFEU). Tujuan pengalihan armada J-11A ke institusi pendidikan militer ini adalah untuk memastikan teknisi masa depan PLAAF memiliki pengalaman praktis pada pesawat tempur berat yang sebenarnya.
Berdasarkan laporan terbaru, unit J-11A yang dikirim ke AFEU di Xi’an, Provinsi Shaanxi, merupakan langkah untuk memastikan mahasiswa teknik militer di sana mendapatkan pengalaman praktis dari bongkar pasang mesin hingga sistem kontrol penerbangan. Pesawat J-11A menjadi alat peraga utama di kampus tersebut untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para mahasiswa.
J-11A yang merupakan pesawat “darah Rusia” dalam PLAAF, menjadi penting karena pesawat ini berbagi fondasi desain yang sama dengan varian yang lebih modern seperti J-11B, J-15, dan J-16. Dengan mempertahankan pesawat ini di pusat pendidikan militer, PLAAF dapat fokus pada penggunaan jet tempur modern buatan domestik untuk operasi garis depan, meningkatkan efisiensi, dan menjaga keunggulan udara Cina di masa depan.
Dengan mengirim armada J-11A ke Air Force Engineering University di Xi’an, Cina menunjukkan kecerdikan dalam mengelola siklus hidup alutsista serta melahirkan teknisi yang terampil untuk mendukung kemajuan udara Cina ke depan.


