Thursday, January 22, 2026
HomeMiliterUlasan Rudal Siper 1: Uji Penerimaan Level Baterai

Ulasan Rudal Siper 1: Uji Penerimaan Level Baterai

Dua raksasa pertahanan Turki, yaitu Aselsan dan Roketsan, telah berhasil melakukan uji penerimaan akhir untuk pengiriman baterai sistem pertahanan udara (hanud) dan rudal jarak jauh Siper Product-1. Uji yang dilakukan di Pusat Pengujian Sinop, Turki bagian utara, menunjukkan kesiapan operasional sistem hanud asli buatan dalam negeri tersebut. Siper merupakan bagian penting dari konsep “Steel Dome” yang menggabungkan berbagai sistem sensor dan senjata dalam satu komando terpadu untuk pertahanan udara lapis baja Turki.

Pengujian kali ini merupakan uji sistem pada level baterai atau kompi, bukan sekadar peluncuran rudal biasa. Dilakukan di bawah skenario operasional yang menuntut, dengan simulasi ruang udara yang kompleks termasuk pesawat kawan dan lawan yang melakukan manuver bersamaan. Keberhasilan ini secara efektif memvalidasi kemampuan sistem dalam membedakan target dan melakukan intersepsi presisi dalam medan tempur yang realistis. Dengan selesainya tahap ini, satu baterai Siper-1 telah memenuhi standar militer dan siap diserahkan kepada Angkatan Bersenjata Turki.

Sistem Siper bekerja dengan arsitektur terdistribusi modern, terdiri dari Fire Control Center, Fire Control Radar, Missile Launching System, dan Missile pencegat Siper. Uji level baterai telah membuktikan keandalan teknologi radar, sistem komando-kendali, dan kontrol tembakan Aselsan. Rudal Siper Product-1 dirancang untuk menutup celah pertahanan udara jarak jauh Turki, dengan kemampuan intersep target pada jarak lebih dari 100 kilometer. Versi berikutnya, Siper-2, diprediksi akan mencapai jarak 150 km.

Siper 1 dapat memberikan perlindungan terhadap jet tempur, rudal jelajah, dan rudal balistik, serta dapat diintegrasikan dengan sistem hanud lainnya dalam jaringan Steel Dome. Kesuksesan uji coba ini menegaskan kemampuan dan kehandalan sistem pertahanan udara buatan dalam negeri Turki, serta mengukuhkan posisinya dalam pertahanan udara lapis baja.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER