Kesuksesan operasi penangkapan Nicolás Maduro di Caracas pada 3 Januari 2025 mengejutkan dunia dengan keberhasilan Special Operations Aviation Regiment (SOAR) ke-160 atau yang dikenal sebagai “Night Stalkers”. Dibalik operasi ini terdapat MH-60M Direct Action Penetrator (DAP) yang memainkan peran penting sebagai helikopter serbu bagi pasukan elit Delta Force. Helikopter ini bukanlah Black Hawk biasa, melainkan platform militer yang sangat mematikan.
Dikembangkan oleh Sikorsky Aircraft, MH-60M DAP didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan pasukan khusus akan helikopter dengan kecepatan dan kekuatan serangan tinggi. Helikopter ini, yang merupakan modifikasi dari rangka UH-60M Black Hawk, dilengkapi dengan mesin General Electric YT706-GE-700 yang kuat untuk mengangkat beban persenjataan berat. Kunci keberhasilan MH-60M DAP dalam operasi rahasia adalah sistem radar Silent Knight yang canggih dan integrasi persenjataan yang fleksibel.
Platform ini digunakan untuk menyusup tanpa terdeteksi radar pertahanan udara berkat teknologi radar Silent Knight yang mampu bekerja pada ketinggian ekstrem rendah dan sistem kontrol penerbangan yang sangat presisi. MH-60M DAP dilengkapi dengan berbagai senjata berat seperti kanon otomatis, rudal anti-tank, roket berpemandu laser, dan senapan mesin gatling untuk menghancurkan target dengan presisi tinggi.
Perbedaan utama antara MH-60M DAP milik US Army dengan UH-60 Armed Black Hawk yang ditawarkan Sikorsky ke pasar internasional terletak pada sistem avioniknya. MH-60M DAP menggunakan Common Avionics Architecture System (CAAS) yang lebih canggih, sementara versi ekspor UH-60 Armed Black Hawk umumnya menggunakan sistem avionik yang lebih sederhana. Platform ini telah terbukti menjadi platform operasi lintas negara yang sangat efektif, serta menjadi pemimpin dalam operasi khusus global.


