Operasi Absolute Resolve di Venezuela menampilkan kehadiran pesawat CN-235 di tengah jajaran alutsista canggih Amerika Serikat. Pesawat turboprop ini sebenarnya memiliki peran penting dalam misi menangkap Nicolás Maduro sebagai pesawat intai mata-mata. Berkat keterlibatannya dalam Air Force Special Operations Command (AFSOC) Amerika Serikat, CN-235 telah berubah menjadi platform intelijen tingkat tinggi yang sangat efektif. Meskipun diproduksi oleh CASA di Sevilla, Spanyol, pesawat ini memiliki akar DNA Indonesia yang kuat karena merupakan hasil kolaborasi antara IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) dan CASA Spanyol dalam konsorsium Airtech.
CN-235, lahir dari visi B.J. Habibie, merupakan perwujudan kerjasama teknologi tinggi antara Indonesia dan Spanyol. Meskipun versi yang digunakan dalam operasi rahasia ini adalah produksi Spanyol, tetapi setiap detail teknisnya masih membawa penanda teknologi Indonesia. Penggunaan pesawat ini oleh pasukan elit Amerika Serikat sebagai platform Signals Intelligence (SIGINT) menjadikan Desain yang berasal dari Indonesia diakui secara internasional. Pesawat ini sangat berperan dalam menyadap dan mengumpulkan informasi vital di Venezuela tanpa memancing perhatian musuh.
Keunggulan CN-235 terletak pada profilnya yang sederhana dan tidak mencolok di radar musuh, sehingga dapat beroperasi dengan efektif di wilayah yang berbahaya. Kemampuan STOL (Short Take-Off and Landing) pesawat ini sangat penting untuk beroperasi di landasan pacu yang sulit di Amerika Latin. Dengan dilengkapi perangkat sensor dan teknologi canggih, CN-235 memberikan kontribusi yang signifikan dalam keberhasilan Operasi Absolute Resolve. Meskipun berasal dari Bandung, pesawat ini terbukti relevan dan efektif dalam kondisi tempur modern. Pesan yang jelas disampaikan bahwa setiap detail pesawat CN-235 mengandung inovasi putra-putri Indonesia.


