Thursday, January 22, 2026
HomeMiliterAnalisis Kegagalan Sistem Hanud Beroda: Rusia-Belarusia

Analisis Kegagalan Sistem Hanud Beroda: Rusia-Belarusia

Baru-baru ini, Bukti visual dari Pangkalan Udara Caracas membuktikan hancurnya sistem pertahanan udara jarak menengah Buk-M2E milik Angkatan Bersenjata Venezuela (FANB). Foto-foto yang beredar mengungkapkan kendaraan peluncur yang hangus terbakar, menandakan bahwa AS telah melakukan serangan udara presisi untuk menonaktifkan sistem pertahanan udara Venezuela sebelum operasi penangkapan berlangsung. Laporan intelijen terbuka mengindikasikan bahwa unit Buk-M2E ini dihancurkan di dalam pangkalan militer saat berada dalam posisi siaga. AS diduga menggunakan rudal anti-radiasi AGM-88 HARM atau bom presisi GBU-39 Small Diameter Bomb (SDB) yang diluncurkan dari jet tempur stealth (F-22 atau F-35) sebagai pelaksana serangan.

Sistem pertahanan udara Buk-M2E Venezuela menggunakan sasis MZKT-6922 beroda ban. Meskipun memiliki mobilitas tinggi di jalan raya, sistem ini tetap rentan jika jaringan radar peringatan dini di sekitarnya sudah dimatikan terlebih dahulu melalui peperangan elektronik. Radar sistem Buk kemungkinan tidak dapat mengunci karena serangan dilakukan dari arah dan ketinggian yang tidak terduga.

Hingga saat ini, kondisi personel operator di lokasi belum dapat dipastikan, namun kerusakan pada kabin kendaraan menunjukkan kemungkinan ada korban jiwa di pihak militer Venezuela. Venezuela membeli sekitar 12 unit (dua baterai) sistem Buk-M2E pada era Presiden Hugo Chávez dengan sasis MZKT-6922 karena memberikan mobilitas lebih baik di jalan raya dibandingkan dengan sasis roda rantai.

Spesifikasi Buk-M2E yang dipasang pada sasis MZKT-6922 mencakup rudal 9M317 dengan jangkauan 3 km hingga 50 km serta ketinggian hingga 25 km. Rudal ini memiliki kecepatan Mach 4, sangat cepat untuk mencegat jet tempur manuver tinggi. Radar pada TELAR Buk-M2E dapat melacak dan menyerang hingga 4 target sekaligus per kendaraan peluncur.

Masalah ini menarik perhatian netizen dan pemerhati militer Indonesia karena rencana akuisisi varian Buk-MB2K langsung dari Belarusia. Kesamaan penggunaan sasis roda ban MZKT menjadi poin penting karena kondisi infrastruktur jalan di Indonesia mirip dengan Venezuela. Pembelajaran dari kejadian hancurnya Buk-M2E di Caracas memberikan pelajaran berharga bagi TNI tentang pentingnya dukungan peperangan elektronik dalam pertahanan udara modern. Ini menunjukkan betapa rentannya sistem pertahanan udara tanpa dukungan yang memadai terhadap serangan udara modern.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER