Monday, April 13, 2026
HomeMiliterTulang Punggung Helikopter AKS Angkatan Laut AS: Panduan Lengkap

Tulang Punggung Helikopter AKS Angkatan Laut AS: Panduan Lengkap

Lockheed Martin melalui divisi Sikorsky Aircraft baru saja menyelesaikan prestasi besar pada tanggal 13 Januari 2026 dengan secara resmi menyerahkan unit helikopter MH-60R Seahawk yang ke-350 kepada Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Helikopter yang dikenal sebagai “Romeo” ini dikirim langsung ke Skadron Pelatihan Helicopter Maritime Strike (HSM) 41 di San Diego, yang bertanggung jawab dalam melatih aviator generasi terbaru untuk mengoperasikan platform pemburu kapal selam paling canggih di dunia saat ini.

Sejak mencapai kemampuan operasional awalnya pada tahun 2010, varian Romeo telah menjadi tulang punggung operasi maritim Angkatan Laut AS, bahkan terbukti keunggulannya dalam operasi sebenarnya di Teluk Aden dengan berhasil menangkal ancaman drone musuh. MH-60R memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan varian Seahawk lainnya, terutama ketika dibandingkan dengan MH-60S Knighthawk. Keunggulan Romeo terletak pada spesialisasinya dalam perang anti-kapal selam (AKS) dan anti-kapal permukaan, sementara varian Sierra lebih berfokus pada dukungan logistik, pencarian dan penyelamatan, serta operasi khusus.

Dari segi fisik, MH-60R terkenal dengan kubah radar multi-mode di bagian hidungnya serta posisi roda ekor yang lebih maju untuk memudahkan pendaratan di dek kapal perang yang sempit. Di sisi lain, varian Sierra memiliki roda ekor di ujung belakang seperti helikopter Black Hawk Angkatan Darat dan tidak dilengkapi dengan sistem sonar celup (dipping sonar) maupun dispenser sonobuoy standar pada Romeo. Secara teknis, MH-60R merupakan keajaiban rekayasa dengan menggabungkan tenaga dari dua mesin turboshaft General Electric T700 dan sistem sensor digital yang sangat terintegrasi.

Kecepatan tinggi dan kemampuan operasional luas memungkinkan MH-60R untuk melakukan pengintaian dan perburuan bawah air secara bersamaan dalam satu misi tunggal. Dengan persenjataan termasuk torpedo Mk54, rudal Hellfire, dan roket presisi APKWS, Romeo menjadi platform yang sangat mematikan untuk target di bawah atau di atas permukaan laut. Keunggulan tersebut telah membuat MH-60R menjadi incaran banyak negara di luar AS, dan hingga saat ini sudah menjadi bagian integral dari kekuatan laut di berbagai belahan dunia.

Dengan penyerahan unit ke-350 ini, Lockheed Martin merayakan angka produksi dan memperkuat dominasi MH-60R sebagai pelindung kedaulatan maritim global di abad ke-21. Menandai prestasi penting dalam sejarah penerbangan.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER