Pada 11 Januari 2026, Beijing resmi memperkenalkan varian terbaru jet tempur Chengdu J-20, yaitu J-20S, sebagai perayaan 15 tahun penerbangan perdana prototipe J-20. Jet tempur ini menandai sejarah sebagai jet tempur siluman pertama dengan konfigurasi kursi tandem, memungkinkan dua awak berada di dalamnya. Pengoperasian J-20S di dekat ibu kota China menunjukkan pergeseran doktrin tempur udara Angkatan Udara China (PLAAF). Dilengkapi dengan kemampuan untuk menyerang target maritim dengan presisi, J-20S juga memiliki integrasi rudal anti-kapal terbaru untuk mempertahankan keunggulan stealth-nya. Berbagai jenis rudal dipilih untuk dilengkapi di dalam senjata internal J-20S, termasuk rudal supersonik dan hipersonik untuk menyerang berbagai target musuh.
Kehadiran kursi kedua di J-20S memungkinkan seorang Weapon Systems Officer (WSO) bertindak sebagai otak operasional dalam pertempuran maritim. Pilot di kursi depan bertanggung jawab atas manuver terbang dan menghindari deteksi radar, sementara WSO di kursi belakang mengelola sensor, peperangan elektronik, dan data-link untuk mengidentifikasi dan menargetkan musuh. Lebih dari sekadar operator senjata, WSO juga mengendalikan drone pendamping untuk memaksimalkan efektivitas serangan terhadap target musuh.
Integrasi peran WSO dan persenjataan anti-kapal pada J-20S mengubah strategi pertahanan dalam wilayah perairan strategis seperti Laut Cina Selatan. Sebagai “pusat komando udara,” J-20S dapat melakukan serangan terkoordinasi dengan drone untuk memusnahkan aset laut lawan. Pengembangan ini menunjukkan kemajuan teknologi penerbangan China dalam menciptakan platform generasi kelima yang superior di udara dan menjadi ancaman serius di lautan.


