Rusia telah mengumumkan proyek pengembangan platform drone stratosfer bernama “Predator”. Drone ini termasuk kategori HALE (High Altitude Long Endurance) dan diharapkan dapat menggantikan beberapa fungsi sistem satelit serta sistem berbasis darat. Menurut laporan dari TASS, drone ini merupakan platform canggih yang dapat beroperasi di ambang ruang angkasa. Proyek ini dikembangkan oleh perusahaan Rusia bernama Geron, yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan mode pemindaian 3D untuk akurasi data yang lebih tinggi.
“Predator” memiliki fitur teknologi monowing yang memungkinkannya untuk terbang lebih cepat di lapisan udara tipis dan membawa muatan besar berkat struktur sayap yang efisien. Kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL) serta kemampuan untuk melayang di udara membuat drone ini sangat fleksibel. Dengan kemampuan terbang hingga ketinggian 15.000 meter, jangkauan maksimum 12.000 kilometer, kecepatan maksimum 550 km/jam, dan kapasitas muatan hingga 500 kilogram, “Predator” adalah proyek ambisius dalam industri penerbangan Rusia.
Meskipun masih dalam tahap pengembangan intensif, proyek “Predator” dijadwalkan untuk uji terbang perdana dalam waktu dekat. Pergeseran fokus militer Rusia ke wilayah stratosfer menjadi semakin nyata dengan kemampuan drone ini. Dengan potensi untuk pengawasan persisten dan serangan presisi jarak jauh, “Predator” menjadi salah satu alat yang sangat efektif bagi keamanan dan pertahanan.


