Pertemuan antara dunia militer dan industri video game telah menghasilkan evolusi menarik dalam pengembangan tank tempur utama terbaru Amerika Serikat, M1E3 Abrams. Salah satu fitur yang paling menarik dari tank ini adalah desain kemudinya yang tidak konvensional, meninggalkan bentuk setir tradisional. Pada unit-unit pengujian terbaru di tahun-tahun mendatang, kokpit pengemudi tank ini akan menggunakan teknologi kendali dari merek gaming terkenal, Fanatec.
Desain kokpit yang mirip dengan setup sim racing profesional ini telah menarik perhatian para pengamat militer dan komunitas teknologi. General Dynamics Land Systems (GDLS) telah mengonfirmasi bahwa desain ergonomis menggunakan teknologi kendali dari Fanatec ClubSport Steering Wheel Formula diadaptasi untuk platform M1E3. Keputusan ini diambil untuk meningkatkan efisiensi operasional tank yang kini sepenuhnya digital, dengan memungkinkan pengemudi mengoperasikan tombol, thumbstick, dan trigger dengan gerakan jempol tanpa harus melepaskan tangan dari kemudi.
Penggunaan perangkat keras high-end Fanatec dipilih karena materialnya yang kuat namun ringan, serta teknologi haptic feedback yang memungkinkan pengemudi merasakan tekstur medan jalan melalui getaran pada setir. Angkatan Darat AS memilih teknologi ini sebagai bagian dari strategi militer modern Commercial Off-The-Shelf (COTS), dengan memanfaatkan teknologi komersial yang matang daripada melakukan riset dari nol.
Selain itu, faktor demografis juga turut berperan dalam keputusan ini, mengingat generasi prajurit saat ini tumbuh dengan pengontrol konsol dan simulasi PC. Transformasi kokpit M1E3 Abrams ini menunjukkan bahwa batas antara simulasi dan realitas semakin tipis di medan tempur modern, dengan kemampuan dalam video game kini dapat diterapkan dalam operasi tank. M1E3 Abrams menjadi bukti nyata dari integrasi yang semakin erat antara dunia militer dan industri video game di era perang digital.


