Cina baru-baru ini menghebohkan dunia teknologi militer dengan memamerkan inovasi terbaru mereka, yaitu sistem Atlas, sebuah teknologi kawanan drone yang dapat meluncurkan dan mengendalikan 96 drone sekaligus hanya dari satu kendaraan pengangkut. Demonstrasi yang digelar pada Rabu memperlihatkan bagaimana sistem peluncur masif ini terpasang di atas rantis Dongfeng Mengshi 6×6, sebuah platform kendaraan militer yang tangguh. Keunggulan utama dari sistem ini terletak pada kecepatan peluncurannya yang mampu melontarkan 48 drone setiap tiga detik.
Sistem Atlas dan unit peluncur Swarm-2 dikembangkan oleh China Electronics Technology Group Corporation (CETC), perusahaan teknologi pertahanan ternama di Cina. Dengan algoritma kecerdasan buatan yang tertanam di dalamnya, 96 drone ini dapat saling berbagi data secara real-time dan membagi tugas secara mandiri tanpa campur tangan manusia.
Drone Swarm-2 yang dilepaskan oleh sistem Atlas merupakan jenis amunisi lanjung dengan desain fixed-wing, memiliki kecepatan hingga 150 km/jam dan durasi terbang mencapai 40-60 menit. Setiap unit dilengkapi dengan hulu ledak yang kuat dan sensor elektro-optik/inframerah yang terhubung dengan algoritma pengenalan target otomatis.
Diklaim oleh pakar militer Wang Yunfei sebagai sistem yang dirancang untuk membanjiri sistem pertahanan lawan, sistem Atlas menciptakan situasi di mana pertahanan udara lawan akan kewalahan dan kehilangan fokus. Dengan munculnya sistem ini, Cina menegaskan ambisinya untuk memimpin dalam teknologi sistem tanpa awak global.


