Singapura mengumumkan rencana besar untuk memborong armada drone intai MALE Hermes 900 produksi Elbit Systems, sebagai bagian dari modernisasi dalam program SAF2040. Keputusan ini dipilih setelah evaluasi yang menunjukkan bahwa Hermes 900 dianggap paling memenuhi persyaratan operasional. Hermes 450 yang digunakan sejak tahun 2000 akan digantikan oleh Hermes 900 yang menawarkan daya tahan dan integrasi sensor yang lebih baik. Elbit Systems, produsen drone tersebut, menyatakan kebanggaannya atas pemilihan oleh Angkatan Udara Singapura. Hermes 900 yang lebih besar memungkinkannya membawa muatan yang lebih besar dengan kemampuan multi-peran yang dirancang untuk memenuhi tuntutan operasional yang tinggi. Meskipun jumlah unit yang dipesan belum diumumkan secara resmi, berbagai laporan industri pertahanan menyebutkan bahwa RSAF membeli sekitar 12 unit Hermes 900 dengan nilai kontrak sekitar US$300 juta. Hermes 900 telah digunakan dalam berbagai negara di berbagai benua dan memiliki kemampuan untuk dipersenjatai, baik untuk fungsi pengintai maupun serangan presisi. Angkatan Udara Singapura diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasional dan misi pengumpulan intelijen dengan penggunaan Hermes 900.


