Langit Teheran baru saja kehilangan saksi sejarah paling berharga dalam dunia penerbangan. Serangan udara presisi di Bandara Internasional Mehrabad pada 6 Maret 2026 tidak hanya merusak infrastruktur militer, tetapi juga menyapu bersih unit Boeing 747-100 terakhir yang masih terbang di muka bumi.
Pesawat legendaris ini, Boeing 747-131 dengan nomor seri 20082, awalnya diproduksi pada fase awal program 747 dan mengabdi di bawah Angkatan Udara Iran setelah beberapa modifikasi. Dengan kapasitas bahan bakar yang besar, pesawat ini memainkan peran kunci dalam penerbangan Iran dengan mensuplai energi bagi jet-jet tempur mereka.
Setelah revolusi 1979, teknisi Iran melakukan keajaiban teknis untuk menjaga pesawat ini tetap terbang di tengah embargo suku cadang yang mencekik. Meskipun menjadi target empuk karena ukurannya yang besar, kemampuan KC-747 tidak tertandingi oleh pesawat tanker standar.
Namun, pada 6 Maret 2026, pemandangan yang memilukan terjadi di Mehrabad ketika pesawat ini dihancurkan dalam serangan yang merusak struktur utamanya. Meskipun telah bertahan selama lebih dari 55 tahun, kehancuran KC-747 menandai akhir dari era “Jumbo Jet” yang menjadi bagian sejarah dunia penerbangan.
Dunia sekarang harus mengucapkan selamat tinggal kepada pesawat legendaris ini, meninggalkan sisa-sisa sejarahnya hanya sebagai puing di sudut pangkalan udara yang kini sunyi. Kehancuran KC-747 dianggap sebagai penutupan paksa dari bab panjang dalam sejarah penerbangan yang telah terbuka selama beberapa dekade.


