Sunday, May 10, 2026
HomeMiliterPerbandingan Tawaran Produksi Saab Gripen vs Desakan F-35

Perbandingan Tawaran Produksi Saab Gripen vs Desakan F-35

Angkatan Udara Portugal (FAP) sedang memasuki babak baru dalam sejarah kedirgantaraannya dengan rencana penggantian armada jet tempur F-16 Fighting Falcon yang sudah uzur. Persaingan antara Saab dari Swedia dan Lockheed Martin dari Amerika Serikat menjadi menarik perhatian karena bukan hanya soal teknologi, namun juga tawaran kompensasi industri yang bisa mengubah Portugal menjadi pusat dirgantara baru di Eropa. Saab mengajukan proposal agresif dengan rencana membangun basis produksi atau lini perakitan jet tempur Gripen E/F di Portugal, menawarkan konsep kemandirian pertahanan dan transfer teknologi total yang jarang diberikan oleh produsen Amerika Serikat.

Saab melihat langkah ini sebagai strategi untuk meraih pasar Eropa Barat dengan membangun basis produksi lokal yang tidak hanya memberikan jet tempur generasi terbaru kepada Portugal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berteknologi tinggi, memperkuat basis industri dirgantara domestik, dan berpotensi menjadi hub pemeliharaan untuk negara pengguna Gripen lainnya di masa depan. Saab membawa bukti kesuksesan transfer teknologi di Brasil melalui program Gripen NG, dimana mereka bekerja sama dengan Embraer untuk membangun pusat desain dan pengembangan serta lini produksi.

Namun, Amerika Serikat terus memberikan desakan agar Portugal memilih jet tempur stealth F-35 Lightning II. Sebagai anggota inti NATO, Portugal didorong untuk bergabung dalam “klub F-35” untuk menjaga interoperabilitas dengan sekutu-sekutunya. Meskipun F-35 menawarkan kemampuan siluman dan integrasi data tingkat lanjut, Portugal harus mempertimbangkan harga yang tinggi dan aturan operasional yang ketat dari AS. Keputusan akhir Portugal akan menjadi pesan bagi industri pertahanan Eropa: memilih standar Amerika untuk solidaritas NATO atau berani mengambil langkah mandiri dalam membangun kedaulatan industri melalui kemitraan dengan Swedia.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER