Rusia Merilis Sistem Pertahanan Drone Inovatif dengan Kendali via Serat Optik
Kemajuan teknologi drone FPV (First Person View) yang dikendalikan melalui kabel serat optik (fiber optic) telah menciptakan tantangan baru di medan tempur. Drone jenis ini terbukti kebal terhadap gangguan perangkat peperangan elektronik (EW) atau jammer konvensional. Menyikapi ancaman tersebut, Rusia telah mematenkan sebuah sistem pertahanan inovatif yang menggunakan aksi termal untuk memutus komunikasi antara operator dan drone lawan.
Sistem “Wall of Fire” untuk Proteksi Objek Vital
Menurut laporan dari kantor berita TASS, sistem pertahanan ini bertujuan melindungi fasilitas militer, objek strategis, hingga kawasan industri dengan menciptakan “Wall of Fire” atau dinding api yang bisa membentang hingga puluhan kilometer. Teknisnya, sistem ini melibatkan elemen pemanas memanjang yang terbuat dari material konduktif dengan hambatan listrik tinggi, seperti nichrome atau fechral.
Ketika drone mendekati perimeter yang dilindungi, unit kontrol akan memanaskan segmen kawat tertentu hingga suhu ekstrem, menyebabkan kabel serat optik drone meleleh atau rusak. Akibatnya, drone kehilangan kendali dari operator dan misi serangannya gagal instan. Keunggulan sistem ini terletak pada sifatnya yang tidak terlihat dan aktif saat dibutuhkan, berbeda dengan jammer yang mudah terdeteksi.
Implementasi Fleksibel dan Skala Strategis
Paten ini merinci berbagai konfigurasi penggunaan yang fleksibel, mulai dari perlindungan titik tertentu hingga pertahanan strategis dengan ribuan segmen kawat yang dikendalikan dari pusat komando. Untuk repulsi serangan drone massal, sistem ini mampu mengaktifkan “dinding api” secara serentak, memastikan keamanan objek vital dari infiltrasi drone. Ini menegaskan bahwa Rusia tetap adaptif dalam menghadapi perkembangan perang drone yang semakin kompleks.


