Airbus Memperkenalkan Program SAETA II
Angkatan Udara dan Antariksa Spanyol mengumumkan langkah terbarunya dalam memodernisasi sistem pendidikan penerbang tempurnya melalui program Integrated Combat Training System (ITS-C). Program ini diluncurkan oleh konsorsium industri yang dipimpin oleh Airbus Defence and Space dengan menghadirkan jet latih terbaru bernama SAETA II.
Spesifikasi SAETA II
Jet latih SAETA II dirancang untuk menggantikan armada jet legendaris Northrop F-5 yang telah lama melayani di Sekolah Penerbang Tempur dan Serang Spanyol. Sebanyak 30 unit pesawat telah dipesan dan akan disesuaikan dengan spesifikasi militer Spanyol. Airbus akan memimpin modifikasi pesawat ini, termasuk integrasi avionik generasi terbaru dan sistem misi canggih.
Program ini bukan hanya sekadar pengadaan pesawat, melainkan juga sebuah inisiatif kedaulatan teknologi di mana industri pertahanan nasional Spanyol terlibat hingga 60 persen dalam pengembangannya. SAETA II merupakan hasil kerja sama antara Airbus dan Turkish Aerospace (TA), yang turut mengembangkan platform dasar pesawat jet Hurjet.
Fase Pelatihan Penerbang Pada SAETA II
Program SAETA II dibagi menjadi dua fase strategis untuk memastikan transisi yang mulus. Fase pertama akan fokus pada pengiriman 21 pesawat pertama, sementara fase kedua akan melibatkan pengiriman 9 pesawat tersisa. Seluruh armada jet latih akan ditingkatkan ke standar akhir Spanyol, dengan integrasi penuh antara unit pesawat dan sistem pelatihan berbasis darat hingga tahun 2035.
Dengan melibatkan vendor teknologi domestik Spanyol seperti Indra, GMV, Sener, dan Grupo OesÃa dalam pengembangan SAETA II, Spanyol memastikan kedaulatan strategis dan kemandirian pemeliharaan pesawat di masa depan. Integrasi teknologi nasional pada platform Hurjet memungkinkan Spanyol untuk melakukan pemutakhiran mandiri tanpa harus tergantung pada pihak asing.
Kehadiran SAETA II
Dengan penggunaan simulator canggih dan kemampuan pesawat untuk mensimulasikan berbagai skenario pertempuran udara modern, program SAETA II diharapkan dapat mencetak generasi penerbang tempur yang siap menghadapi tantangan di era digital dan perang elektronik. Penunjukan Hurjet sebagai basis SAETA II juga menegaskan kematangan platform jet latih asal Turki di pasar internasional.


