Pada tanggal 26 Oktober 2025, Angkatan Laut Amerika Serikat mengalami dua insiden penting di Laut Cina Selatan ketika helikopter dan jet tempurnya jatuh. Insiden ini menarik perhatian global karena lokasinya yang sensitif. Helikopter MH-60R Sea Hawk jatuh ke laut tetapi tiga awaknya berhasil diselamatkan dengan cepat. Hanya 30 menit setelahnya, jet tempur F/A-18F Super Hornet juga jatuh ke laut, namun kedua awaknya berhasil melontarkan diri. Berkat respons cepat dari USS Nimitz, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Meskipun hanya kerugian materi, AS menegaskan komitmen mereka untuk beroperasi sesuai hukum internasional di wilayah Indo-Pasifik.
Pemerintah Cina memberikan respons yang terukur serta memanfaatkan insiden ini untuk narasi regional mereka. Meskipun menawarkan bantuan kemanusiaan, mereka juga mengkritik keras pengerahan armada militer AS di perairan yang disengketakan. Insiden ini juga menjadi pengingat akan bahaya dalam operasi militer di laut lepas. Dengan penyelidikan oleh Angkatan Laut AS untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, diharapkan pelajaran berharga dapat diambil untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di masa depan.


