Pangkalan Udara Nyoma di Ladakh, India, telah diaktifkan kembali sebagai pangkalan udara tempur tertinggi di dunia setelah India berhasil mengalahkan Cina dalam peringkat kekuatan udara dunia pada tahun 2025. Terletak di wilayah Ladakh yang terpencil, pangkalan ini memegang peranan strategis dalam pertahanan India, terutama karena kedekatannya dengan Garis Kontrol Aktual (LAC) dengan Cina. Meskipun tantangan operasional yang besar karena ketinggian dan suhu ekstrem, Nyoma memiliki keunggulan berupa lembah datar yang memungkinkan pembangunan landasan pacu yang luas.
Sejarah Nyoma sebagai fasilitas militer dimulai pada 1962 selama Perang Cina-India, tetapi kemudian pangkalan ini tidak digunakan selama beberapa dekade hingga diaktifkan kembali pada tahun 2009. Peningkatan infrastruktur dan transformasi Nyoma menjadi pangkalan angkatan udara penuh terjadi setelah ketegangan militer antara India dan Cina di Ladakh Timur pada 2020. Proyek peningkatan dipimpin oleh Border Roads Organisation (BRO) dan melibatkan konstruksi landasan pacu aspal sepanjang 2,7 kilometer dengan biaya lebih dari Rp400 Miliar.
Peningkatan ini membuat Nyoma dapat menampung berbagai pesawat berat dan jet tempur, memungkinkan India untuk meluncurkan misi tempur, pengintaian, dan logistik secara cepat dan berkelanjutan. Dengan kedekatannya dengan LAC, Nyoma juga berperan sebagai pencegah ancaman di wilayah perbatasan dan menunjukkan kesiapan India untuk mempertahankan kedaulatan. Pangkalan Udara Mudh-Nyoma, yang dioperasikan oleh Angkatan Udara India sejak November 2025, membuktikan komitmen India dalam menguasai wilayah perbatasan yang menantang dan strategis.


