Kecepatan Mach 2.83, hampir tiga kali lipat kecepatan suara, merupakan suatu pencapaian langka dalam dunia penerbangan tempur. Kebanyakan jet tempur modern memiliki batas kecepatan maksimum sekitar Mach 2.2, namun untuk mencapai Mach 2.83, sebuah pesawat harus menggabungkan material tahan panas canggih, desain aerodinamis yang khusus, dan sistem propulsi yang kuat seperti ramjet atau turbofan dengan afterburner besar. Dalam artikel ini, kita akan melihat empat pesawat yang berhasil mencapai atau berpotensi mencapai batas kecepatan Mach 2.83, di antaranya adalah Mikoyan-Gurevich MiG-31 Foxhound.
MiG-31 Foxhound adalah pesawat tempur yang masih beroperasi luas di Angkatan Udara Rusia dan Kazakhstan, dengan kecepatan maksimum operasional resmi mencapai Mach 2.83. Didesain sebagai pesawat pencegat berat untuk mencegat pengebom supersonik dan rudal jelajah di ketinggian tinggi, MiG-31 mampu mencapai kecepatan itu berkat mesin turbofan Solovyev D-30F6 yang kuat. Pesawat ini juga mampu penerbangan berkelanjutan pada kecepatan tinggi dan mempertahankan kecepatan saat meluncurkan rudal R-37 air-to-air, menjadikannya platform pencegat yang sangat mematikan.
Selain MiG-31, terdapat pula pesawat seperti Mikoyan-Gurevich MiG-25 Foxbat, Lockheed YF-12, dan F-15EX Eagle II yang memiliki kemampuan mendekati atau melebihi batas kecepatan Mach 2.83. Keempat pesawat ini menunjukkan dedikasi untuk menguasai kecepatan ekstrem, meskipun tren penerbangan militer modern cenderung menuju pada kemampuan stealth dan supercruise. Meski demikian, kecepatan Mach 2.83 tetap menjadi pencapaian yang luar biasa bagi pesawat tempur yang canggih dan spesialis. Dengan demikian, pemahaman mengenai kemampuan kecepatan ini dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat dalam mengenal pesawat tempur penguasa udara yang mampu menembus batas kecepatan Mach 2.83.


