Peperangan modern mengalami pergeseran menuju otomatisasi dengan ledakan permintaan global untuk drone kamikaze yang diprediksi oleh Rosoboronexport. Direktur Jenderal Rosoboronexport, Alexander Mikheev, menyatakan bahwa permintaan loitering munitions atau drone kamikaze diperkirakan akan meningkat hingga 400 persen pada tahun 2030. Selain itu, teknologi tak berawak menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di pasar senjata global.
Dalam konteks ini, proyeksi pertumbuhan yang dilakukan oleh Rosoboronexport sejalan dengan tren yang diamati oleh analis pertahanan global. Permintaan yang melonjak untuk drone kamikaze didorong oleh konvergensi antara kebutuhan taktis mendesak dan kematangan teknologi, terutama setelah konflik-konflik terkini seperti di Ukraina dan Nagorno-Karabakh. Drone kamikaze bukan lagi aset niche, namun menjadi kebutuhan operasional primer dalam medan perang modern.
Keunggulan utama dari drone kamikaze adalah rasio biaya-manfaatnya yang luar biasa. Kemampuannya untuk melumpuhkan aset musuh bernilai jutaan dolar dengan amunisi yang relatif murah membuatnya menjadi pengubah permainan dalam strategi militer. Prediksi pertumbuhan hingga tahun 2030 juga mempertimbangkan kemajuan teknologi yang akan datang, termasuk integrasi kecerdasan buatan dan teknologi swarming yang memungkinkan drone bekerja secara otonom dan bergerombol untuk menyerang musuh.
Dengan demikian, evolusi drone kamikaze menjadi fenomena yang tidak bisa diabaikan dalam lanskap peperangan modern. Dukungan terhadap pengembangan dan penggunaan teknologi tak berawak menjadi semakin penting untuk memastikan keunggulan dalam pertempuran masa depan.


