Pada 20 Januari 2026, F-16 Fighting Falcon merayakan 52 tahun penerbangan perdana, menandai sejumlah pencapaian besar yang telah dicapai. Dari Indonesia, TNI AU berhasil mengubah nasib F-16 B (tandem seat) Fighting Falcon dengan nomor seri TS-1603 setelah mengalami kecelakaan overrun pada Maret 2017. Meskipun mengalami kerusakan serius akibat malfunction brake, pesawat ini berhasil di-upgrade melalui Program Falcon STAR-eMLU yang membawanya kembali ke langit. Setelah delapan tahun, tepatnya pada 20 Oktober 2025, TNI AU secara resmi mengumumkan selesainya upgrade F-16 TS-1603 melalui program Falcon STAR-eMLU di Skadron Teknik 042, Lanud Iswahjudi.
F-16 B TS-1603 telah dioperasikan oleh TNI AU sejak Mei 1990 dan merupakan bagian dari proyek pengadaan Bima Sena I. Meski awalnya tidak dilengkapi dengan kemampuan menembakkan rudal canggih seperti AIM-120 AMRAAM, F-16 TS-1603 telah terlibat dalam berbagai misi penting, termasuk mengusir black flight F/A-Hornet di atas Bawean pada tahun 2003. Pesawat ini juga sering digunakan untuk joy flight tamu VIP, termasuk mantan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.
Upgrade F-16 TS-1603 menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam kemampuan militer Indonesia, serta dedikasi TNI AU dalam memperbaiki dan meningkatkan pesawat tempurnya. Dengan perjuangan yang terjadi dari kecelakaan hingga suksesnya upgrade, F-16 TS-1603 menjadi simbol keberhasilan dan ketangguhan dalam melayani dan melindungi wilayah udara Indonesia.


