India memiliki ambisi besar untuk memperkuat kedaulatan udaranya melalui program Multi-Role Fighter Aircraft (MRFA) yang saat ini sedang mengalami perkembangan signifikan. Dassault Aviation, produsen jet tempur Rafale, mengambil langkah berani dengan menjadikan Nagpur sebagai pusat produksi jet tempur Rafale kedua di dunia setelah fasilitas utama mereka di Perancis. Langkah ini merupakan bagian dari “Mega Deal” yang ditawarkan Dassault Aviation untuk memenuhi kontrak pengadaan 114 jet tempur bagi Angkatan Udara India.
Nagpur dipilih sebagai lokasi produksi Rafale karena pertimbangan logistik dan teknis yang matang. Berada di “Zero Mile” secara geografis, Nagpur memberikan kemudahan distribusi ke pangkalan udara di seluruh India. Selain itu, keberadaan Multi-modal International Cargo Hub and Airport (MIHAN) memberikan akses langsung ke landasan pacu internasional yang diperlukan untuk proses uji terbang jet yang baru selesai dirakit sebelum diserahkan.
Dassault Aviation juga memanfaatkan jaringan kemitraan dengan Dassault Reliance Aerospace Limited (DRAL) di Nagpur, yang telah beroperasi sejak beberapa waktu terakhir. Fasilitas yang sudah ada di Nagpur memiliki pengalaman dalam memproduksi komponen penting untuk pesawat bisnis Falcon dan Rafale.
Salah satu poin penting dari proyek ini adalah keterlibatan ribuan vendor lokal dalam rantai pasok produksi Rafale. Dassault Aviation berkomitmen untuk mengembangkan industri pertahanan India melalui transfer teknologi dan integrasi sistem senjata domestik ke dalam pesawat Rafale.
Dengan memproduksi Rafale di Nagpur, India akan memperoleh keuntungan jangka panjang dalam kesiapan tempur Angkatan Udara. Proses pemeliharaan, perbaikan, dan peningkatan sistem dapat dilakukan sepenuhnya di dalam negeri tanpa bergantung pada fasilitas di luar negeri. Langkah ini juga menunjukkan transformasi India dari pembeli menjadi produsen utama jet tempur di kawasan Indo-Pasifik.


