Friday, October 9, 2026
HomeMiliterKorea Selatan Rilis Foto Perdana Hyunmoo-V di TEL 18x18

Korea Selatan Rilis Foto Perdana Hyunmoo-V di TEL 18×18

Korea Selatan untuk pertama kalinya memperlihatkan dokumentasi visual tahap pra-peluncuran rudal balistik kelas berat Hyunmoo-V, atau Hyunmoo-5. Dalam gambar yang dirilis, rudal tersebut tampak dipasang pada kendaraan peluncur Transporter Erector Launcher (TEL) berkonfigurasi 18×18 dengan sembilan sumbu roda.

Publikasi ini menjadi penanda bahwa Hyunmoo-V telah berstatus operasional penuh di bawah kendali ROK Strategic Command dan Army Strategic Missile Command. Kehadiran rudal tersebut berkaitan langsung dengan doktrin Korea Massive Punishment and Retaliation (KMPR), strategi penangkalan konvensional Korea Selatan yang dirancang untuk menghantam pusat komando serta fasilitas bawah tanah lawan.

Rudal 36 Ton dengan Hulu Ledak Penembus Bunker

Hyunmoo-V memiliki karakteristik yang tidak lazim untuk rudal balistik konvensional non-nuklir. Rudal berbahan bakar padat dua tahap ini disebut memiliki bobot total sekitar 36 ton, sebanding dengan rudal balistik antarbenua LGM-30 Minuteman-III milik Amerika Serikat.

Rudal tersebut memiliki panjang sekitar 16 meter dan diameter badan 1,6 meter. Muatan utamanya berupa special warhead yang dirancang sebagai penembus bunker, dengan bobot mencapai 8 hingga 9 ton. Hulu ledak berbahan logam padat berdensitas tinggi itu dirancang menghantam sasaran dengan kecepatan terminal mendekati Mach 10. Energi kinetik yang dihasilkan ditujukan untuk merusak struktur beton tebal atau fasilitas strategis yang berada jauh di bawah permukaan tanah.

Konfigurasi muatan menentukan jangkauan rudal. Saat membawa hulu ledak penuh seberat 9 ton, jarak tembak efektif Hyunmoo-V berada di kisaran 300 hingga 500 kilometer. Namun, dengan hulu ledak standar yang lebih ringan, yakni sekitar 500 kilogram hingga 1 ton, jangkauan operasionalnya disebut dapat meningkat menjadi 3.000–5.500 kilometer, yang masuk dalam kategori rudal balistik jarak menengah hingga antarbenua.

Hyunmoo-V diluncurkan menggunakan metode cold launch dari tabung canister. Rudal terlebih dahulu didorong keluar oleh tekanan gas, kemudian mesin roket utamanya menyala di udara. Metode tersebut digunakan untuk mengurangi dampak peluncuran terhadap kendaraan TEL raksasa yang dilengkapi sistem kemudi pada seluruh roda.

Pengembangan Varian Baru dan Rudal Hipersonik

Militer Korea Selatan juga mengonfirmasi persiapan pengembangan generasi berikutnya, yakni Hyunmoo-6 dan Hyunmoo-7. Namun, otoritas pertahanan negara itu belum berencana mengungkapkan detail teknis maupun bentuk fisik kedua rudal tersebut secara terbuka.

Kebijakan tersebut sejalan dengan pola komunikasi Seoul terhadap keluarga rudal sebelumnya, termasuk rudal balistik Hyunmoo-2, rudal jelajah Hyunmoo-3, dan rudal penembus bunker Hyunmoo-4. Sebagian spesifikasi hanya dipublikasikan secara terbatas dan bertahap sebagai bagian dari strategi penangkalan.

Pada waktu yang sama, Korea Selatan memperlihatkan peluncuran wahana uji rudal jelajah hipersonik berbasis mesin scramjet yang dikenal sebagai Hycore. Proyek ini disebut memiliki panjang 8,7 meter dan bobot 2.400 kilogram, serta mampu melaju stabil di atas Mach 6.

Menurut laporan teknis yang dikutip dalam sumber, Hycore telah melewati tahap uji dasar dan sedang dikembangkan menuju varian jelajah hipersonik operasional untuk platform darat, udara, dan permukaan laut.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER