Friday, October 9, 2026
HomeMiliterAngkatan Laut Singapura Luncurkan OPV Sentinel Class Perdana

Angkatan Laut Singapura Luncurkan OPV Sentinel Class Perdana

Angkatan Laut Singapura (Republic of Singapore Navy/RSN) meluncurkan kapal patroli lepas pantai generasi terbaru, Sentinel, di galangan Fassmer, Berne, Jerman. Kapal ini menjadi unit pertama dari empat kapal Sentinel class yang dipesan untuk memperkuat operasi keamanan maritim Singapura.

Upacara peluncuran dipimpin Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing. Hadir pula Menteri Pertahanan Federal Jerman Boris Pistorius, Panglima Angkatan Laut Jerman Vice Admiral Wilhelm Tobias Abry, serta Panglima Angkatan Laut Singapura Rear Admiral Sean Wat.

Berbasis desain kapal patroli Jerman

Sentinel class dikembangkan dengan basis rancangan OPV 80 Potsdam class buatan Fassmer. Rancangan tersebut saat ini digunakan oleh Kepolisian Federal Jerman (Bundespolizei). Kapal Sentinel memiliki panjang sekitar 80 meter dengan bobot perpindahan antara 1.600 dan 1.800 ton.

Platform ini dirancang untuk menjalankan misi dalam waktu lama di laut lepas. Kemampuan tersebut didukung oleh jarak jelajah yang jauh serta area dek belakang atau flight deck yang luas. Dek itu dapat digunakan untuk pendaratan helikopter kelas menengah dan diintegrasikan dengan pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Di bagian buritan, Sentinel dilengkapi stern ramp yang memungkinkan peluncuran kapal cepat jenis Rigid-Hull Inflatable Boat (RHIB) untuk misi intersepsi. Sistem propulsinya dirancang menghasilkan kecepatan maksimum di atas 20–22 knot.

Berstatus kapal pemerintah Singapura

Berbeda dari kapal perang RSN pada umumnya, Sentinel menggunakan lambung berwarna putih, bukan abu-abu. Kapal ini juga tidak memakai awalan RSS (Republic of Singapore Ship). RSN menempatkannya sebagai Singapore Government Vessel, sejalan dengan fokus utamanya pada penegakan hukum dan keamanan maritim.

Sentinel class mengusung arsitektur modular yang memungkinkan kapal menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan operasi. Persenjataannya mencakup kanon utama, Remote Weapon Station (RWS), serta perangkat nonmematikan seperti sistem akustik dan dazzler.

Kapal tersebut juga memiliki kemampuan terintegrasi untuk menghadapi ancaman wahana nirawak, baik yang beroperasi di udara maupun di permukaan laut. Desain modularnya memungkinkan peningkatan sensor dan pemasangan containerised mission modules tanpa perlu mengubah struktur utama kapal.

Kemampuan itu memberi ruang bagi RSN untuk menyesuaikan konfigurasi kapal dengan dinamika ancaman maritim di masa mendatang. Pendekatan tersebut menjadi salah satu ciri utama Sentinel class dibandingkan kapal patroli yang dibangun untuk satu konfigurasi tetap.

Mulai dikirimkan pada 2028

Empat kapal Sentinel class dijadwalkan dikirimkan secara bertahap mulai 2028. Seluruhnya akan dioperasikan di bawah Maritime Security and Response Flotilla (MSRF) RSN.

Setelah beroperasi penuh, kapal-kapal baru tersebut akan menggantikan empat kapal patroli interim kelas Sentinel lama yang dikenal sebagai Maritime Security and Response Vessels (MSRV). Pengadaan ini sekaligus memperkuat kerja sama teknologi dan industri pertahanan antara Singapura dan Jerman.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER