Wednesday, August 12, 2026
HomeMiliterKorea Selatan Pertimbangkan Helikopter Serang Rusia Ka-52

Korea Selatan Pertimbangkan Helikopter Serang Rusia Ka-52

Korea Selatan dan Rusia: Hubungan Persenjataan yang Terlupakan

Hubungan antara Korea Selatan dan Rusia kini tengah memburuk akibat posisi Korea Selatan yang mendukung penuh Ukraina dalam perang melawan Rusia. Namun, tahukah Anda bahwa sebelum konflik Ukraina pecah, kedua negara tersebut memiliki hubungan yang cukup erat, terutama dalam kerja sama persenjataan?

Kerja Sama Persenjataan yang Terjalin

Meskipun militer Korea Selatan dikenal menggunakan persenjataan standar AS/NATO, namun Angkatan Darat Korea Selatan ternyata pernah mengoperasikan alutsista buatan Rusia, seperti Main Battle Tank (MBT) T-80U dan Infantry Fighting Vehicle (IFV) BMP-3. Bahkan, kerja sama yang lebih serius terjalin dalam produksi rudal pertahanan udara (hanud).

Sebagai contoh, sistem hanud rudal jarak sedang Korea Selatan, KM-SAM Block II atau disebut Cheongung II, merupakan hasil kerja sama antara Korea Selatan dan Rusia. Meskipun produksinya dilakukan oleh perusahaan Korea Selatan, namun pada awalnya sistem ini didasarkan pada asistensi dari produsen rudal hanud Rusia, Almaz-Antey.

Ka-52 Rusia: Helikopter yang Hampir Dikontrak oleh Korea Selatan

Pada awal tahun 2000-an, Korea Selatan mengadakan tender untuk pembelian helikopter serang. Dua model yang masuk ke babak final tender tersebut adalah Apache AH-64 dari Amerika Serikat dan Ka-52 dari Rusia. Pada saat itu, Rusia menganggap Ka-52 lebih sebagai pesawat latih tempur daripada helikopter serang.

Varian Ka-52 untuk tender Korea Selatan diberi nama Ka-52K, yang mungkin merujuk pada “Korea.” Meskipun tidak jelas apakah Korea Selatan melakukan uji perbandingan antara Ka-52 Rusia dan AH-64 Apache, namun Ka-52 sendiri baru dioperasikan oleh militer Rusia pada tahun 2011, setelah penerbangan perdana pada tahun 1997.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER