Wednesday, August 12, 2026
HomeMiliterPotensi Ancaman: Citra Satelit 4 Kapal Selam Nuklir Cina di Bohai Shipyard

Potensi Ancaman: Citra Satelit 4 Kapal Selam Nuklir Cina di Bohai Shipyard






Cina Salip Rusia: Kini Jadi Operator Kapal Selam Nuklir Terbesar Kedua Dunia

Cina Salip Rusia: Kini Jadi Operator Kapal Selam Nuklir Terbesar Kedua Dunia

Pada 12 Juli, pengamatan citra satelit mencatat momen penting di Galangan Kapal Bohai, Cina, di mana empat armada kapal selam Angkatan Laut Cina (PLAN) terlihat bersandar di dermaga outfitting. Keempat kapal selam ini memicu perhatian pengamat militer global karena mereka telah mencapai tahap akhir konstruksi dan siap untuk menghadapi pengujian.

Struktur Armada Kapal Selam

Dari empat armada kapal selam tersebut, setiap satu memiliki peran strategis yang berbeda. Armada pertama adalah kapal selam bertenaga nuklir kelas baru yang memiliki panjang sekitar 120 meter. Dilengkapi dengan sistem peluncuran rudal vertikal (VLS) dan pendorong pump-jet, meminimalkan jejak akustiknya.

Kemudian, armada kedua adalah Type 095, kapal selam penyerang bertenaga nuklir generasi terbaru. Dilengkapi dengan tingkat keheningan operasi yang signifikan, kapal ini dirancang untuk memburu kapal permukaan dan kapal selam musuh dengan efisiensi tinggi.

Sementara itu, armada ketiga terdiri dari Type 094A (Jin class SSBN), kapal selam pengangkut rudal balistik antarbenua bertenaga nuklir, yang menjadi tulang punggung penangkal nuklir berbasis laut Cina. Armada keempat adalah kapal pendukung semi-submersible berdesain trimaran yang berfungsi untuk penyelamatan dan perbaikan kapal selam.

Galangan Kapal Bohai

Galangan Kapal Bohai, yang terletak di Kota Huludao, Provinsi Liaoning, telah menjadi pusat utama dalam pembangunan kapal selam bertenaga nuklir di Cina. Di bawah naungan China State Shipbuilding Corporation (CSSC), fasilitas tersebut telah mengalami perluasan besar dalam beberapa tahun terakhir, memungkinkan perakitan lebih banyak kapal selam secara bersamaan.

Keberadaan keempat kapal selam ini secara bersamaan di fasilitas galangan kapal meningkatkan isu modernisasi Angkatan Laut Cina. Hal ini menegaskan bahwa Cina tidak hanya meningkatkan jumlah kapal, tetapi juga melompat ke depan dalam teknologi untuk menghadapi ancaman potensial.

Perkembangan ini dapat mengubah keseimbangan kekuatan maritim di kawasan Indo-Pasifik dan memperkuat posisi defensif Cina di jalur perairan global, sehingga memperketat persaingan di antara negara-negara yang terlibat dalam dinamika maritim ini.

(Gilang Perdana)


Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER