Korean Air Resmikan Pembelian Pesawat Bisnis Bombardier Global 6500
Korea Selatan terus mengembangkan kemampuan peperangan asimetrisnya dengan langkah progresif. Baru-baru ini, Korean Air, maskapai nasional dan raksasa dirgantara domestik, mengumumkan pembelian dua unit pesawat bisnis Bombardier Global 6500. Keputusan ini diambil dalam rangka mendukung program Pesawat Perang Elektronik terbaru Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF).
Menyokong Proyek Prestisius Block-I Electronic Warfare System
Dalam proyek prestisius Block-I Electronic Warfare System senilai 1,31 miliar dolar AS, Korean Air berkolaborasi dengan LIG Defense & Aerospace (LIG D&A), perusahaan pertahanan yang ahli dalam teknologi perang elektronik. Pembelian ini memperkuat posisi Bombardier Global 6500 sebagai platform andalan di kancah militer global, seiring dengan tren adopsi oleh berbagai negara.
Korean Air bertanggung jawab atas pengerjaan fisik dan integrasi sistem Global 6500, sedangkan LIG D&A fokus pada pengembangan muatan misi elektronik. Pesawat ini akan difungsikan sebagai Stand Off Jammer (SOJ) yang mampu mengacaukan sistem radar musuh tanpa harus masuk ke dalam jangkauan pertahanan udara lawan.
Global 6500: Solusi Efisien untuk Kemampuan Militer
Keputusan Korea Selatan memilih Global 6500 sebagai platform elektronik militer didasari oleh efisiensi mesin Rolls-Royce Pearl 15 yang hemat bahan bakar dan daya jelajah jauh untuk misi patroli. Global 6500 juga telah terbukti sebagai pilihan utama untuk proyek pesawat AEW&C tahap kedua dengan nilai fantastis mencapai 2,26 miliar dolar AS.
Langkah Korea Selatan ini mengikuti tren global dalam menggunakan pesawat jet bisnis sebagai platform militer berkat biaya operasional yang efisien dan ruang kabin yang ideal untuk sistem avionik mutakhir. Dengan adopsi yang jelas, Korea Selatan terus menunjukkan komitmen untuk memodernisasi dan meningkatkan kemampuan pertahanannya secara progresif.


