Rusia Uji Coba Sistem Senjata Laser Anti Drone Generasi Terbaru
Rusia dilaporkan tengah gencar melakukan uji coba lapangan terhadap sistem senjata laser anti drone terbaru yang disebut “Perun”. Sistem ini dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Produksi Svarog dan dirancang khusus untuk menghadapi ancaman segala jenis drone.
Selain drone intai bersayap tetap hingga drone kamikaze First-Person View (FPV), “Perun” juga mampu menghadapi berbagai model drone modern lainnya yang mendominasi pertempuran saat ini. Dengan adanya “Perun”, doktrin pertahanan udara taktis Rusia mulai beralih dan mengandalkan teknologi Directed Energy Weapon (DEW) untuk melindungi obyek vital nasional secara lebih efisien.
Peran Strategis Perun dalam Pertahanan Rusia
“Perun” diproyeksikan untuk menjaga fasilitas-fasilitas stasioner berkategori kritikal, termasuk kompleks industri militer, kilang energi, infrastruktur transportasi, dan pelabuhan strategis. Meskipun demikian, sistem ini dapat diintegrasikan ke dalam unit tempur bergerak, memperlihatkan fleksibilitasnya.
Secara fisik, “Perun” dikemas dalam kontainer maritim berukuran 20 kaki untuk konfigurasi stasioner, sedangkan versi bergeraknya dapat dipasang pada sasis truk kargo dengan kapasitas angkut 5 ton, memungkinkan untuk berpindah tempat dengan cepat di medan laga.
Kemampuan Perun dan Integrasi Kecerdasan Buatan (AI)
Perun memiliki kemampuan baterai yang mampu menyokong pancaran laser kontinu hingga 15 menit, dengan total waktu siaga operasional mencapai 5 jam. Selain itu, jarak jangkauan tembak efektif sistem ini mencapai hingga 5 kilometer, membuatnya menjadi senjata yang tangguh.
Integrasi kecerdasan buatan (AI) pada sistem penglihatan dan penargetan “Perun” juga membuatnya semakin canggih. Dilengkapi dengan kamera deteksi, kamera penargetan, serta kamera pemindai termal, sistem ini mampu mengenali dan mengklasifikasikan jenis drone secara otomatis. Selama pengujian, “Perun” terbukti berhasil dalam melumpuhkan target dengan efisiensi tinggi.


