Pada 28 Desember 2025, Kementerian Pertahanan Israel bersama Rafael Advanced Defense Systems secara resmi menyerahkan unit operasional pertama Iron Beam kepada Angkatan Udara Israel (IAF), menandai tonggak sejarah di mana teknologi senjata laser energi tinggi turun secara aktif ke medan tempur. Iron Beam telah melalui pengembangan panjang sebelum akhirnya resmi beroperasi, dengan Rafael Advanced Defense Systems memperkenalkan konsep ini pertama kali di Singapura pada tahun 2014. Hambatan teknis sepanjang perjalanannya hingga momentum besar pada tahun 2024, ketika Pemerintah Israel menggelontorkan dana darurat sebesar $530 juta untuk mempercepat kesiapan sistem ini. Iron Beam ditempatkan di bawah kendali Array Pertahanan Udara Angkatan Udara Israel, dirancang dengan fleksibilitas tinggi untuk dinamika ancaman di lapangan utara dan selatan. Sistem ini menggunakan laser serat optik berdaya 100 kW untuk menghancurkan target dengan presisi ekstrem dan amunisi tak terbatas. Keunggulan finansial Iron Beam memberikan Israel keunggulan dalam perang jangka panjang, sementara bekerja bersama Iron Dome untuk menciptakan pertahanan udara yang lebih kuat. Dengan beroperasinya Iron Beam, Israel membuktikan keunggulan teknologi energi yang efisien dalam peperangan modern.


