Drone “Kelelawar Hantu” Berhasil Melakukan Uji Penerbangan Kritis di Samudera Pasifik
Drone tempur (Unmanned Combat Aerial Vehicle/UCAV) buatan Boeing, MQ-28 Ghost Bat, berhasil menyelesaikan tiga rangkaian uji coba penerbangan operasional kritis di atas Samudra Pasifik. Uji coba ini dilakukan di Point Mugu Sea Range, California, Amerika Serikat dan merupakan operasi internasional perdana drone tersebut di luar Australia.
Langkah Strategis Boeing dalam Persaingan Pasar Global
Keberhasilan drone MQ-28 Ghost Bat dalam uji coba di pantai barat Amerika Serikat dapat dianggap sebagai langkah strategis bagi Boeing dan Angkatan Udara Australia (RAAF) untuk mempercepat target ekspor global. Drone ini dikembangkan oleh Boeing Australia di bawah program Loyal Wingman dan dirancang untuk mendampingi pesawat tempur berawak generasi kelima.
MQ-28 Ghost Bat memiliki dimensi yang kompak namun mematikan, dengan rentang sayap mencapai 7,3 meter dan jarak terbang mencapai 3.700 kilometer. Keunggulan utama drone ini adalah arsitektur desainnya yang modular, memungkinkan pemasangan berbagai paket sensor taktis sesuai kebutuhan misi. Sistem otonom drone ini juga telah teruji dalam penggunaan di lapangan.
Peran Ghost Bat dalam Mendukung Kesiapan Militer
Dengan keandalan sistem otonom dan interoperabilitasnya yang terbukti selama uji coba di Amerika Serikat, MQ-28 Ghost Bat diharapkan dapat menjadi solusi yang efisien bagi negara-negara Barat dalam mengoptimalkan kekuatan udara mereka tanpa harus mengeluarkan anggaran pertahanan yang besar. Drone ini dapat bertindak sebagai mata dan telinga terdepan dalam mendukung pesawat tempur berawak dalam menghadapi ancaman musuh yang kompleks. Dengan demikian, risiko bagi para pilot manusia dapat dikurangi secara signifikan.


