Monday, April 13, 2026
HomeMiliterChina Incar 48 Unit Ka-52M Rusia: Ancaman bagi Industri Moskow?

China Incar 48 Unit Ka-52M Rusia: Ancaman bagi Industri Moskow?

Kerjasama militer antara Moskow dan Beijing kembali terungkap melalui dokumen internal yang bocor ke publik. Dokumen tersebut mengungkap komunikasi antara produsen helikopter Kamov dengan Pabrik Mesiu Perm, sebuah perusahaan pertahanan Rusia yang bertanggung jawab memproduksi komponen bahan peledak untuk sistem militer. Menariknya, komunikasi ini mengungkap rencana besar akuisisi 48 unit helikopter serang Ka-52M “Super Alligator” oleh pelanggan dengan kode “156”, yang diduga kuat sebagai kode untuk Cina. Tercatat permintaan penyediaan 48 unit helikopter beserta peralatan terkait dan pelatihan bagi personel Cina hingga pertengahan 2024, dengan rencana produksi dalam rentang tahun 2025 hingga 2027.

Ketertarikan Cina pada Ka-52M tidak terlepas dari kebutuhan mereka dalam memproyeksikan kekuatan amfibi di kawasan Pasifik, terutama di Selat Taiwan. Hal ini terkait dengan keterbatasan helikopter serang domestik Cina, Z-10, ketika dioperasikan dari dek kapal serbu amfibi Type 075 dalam kondisi cuaca laut yang ekstrem. Desain rotor koaksial Ka-52M memungkinkan helikopter ini untuk lebih stabil dan efisien di tengah laut, dengan manuver vertikal yang tajam dan pendaratan yang aman di dek kapal yang sempit.

Dari segi kemampuan tempur, Ka-52M dilengkapi dengan radar AESA Arbalet-AM yang mampu melacak target jauh dan akurat. Terdapat fitur keselamatan unik yang memungkinkan pilot untuk menyelamatkan diri menggunakan kursi lontar, memberikan keunggulan moral dan teknis yang dihargai oleh militer Cina. Namun, kesepakatan ini membawa risiko jangka panjang bagi industri pertahanan Rusia, dimana adanya kemungkinan Cina akan melakukan rekayasa balik terhadap teknologi yang diterima, mengintegrasikannya ke produk domestik mereka sendiri, dan menjadi kompetitor bagi Rusia di pasar ekspor global.

Langkah ini menjadi dilema bagi Rusia, karena meskipun mereka membutuhkan dukungan finansial dan politik dari Cina di tengah tekanan sanksi internasional, mereka juga berisiko kehilangan kedaulatan teknologi. Kesepakatan ini bisa menjadi awal dari redupnya dominasi industri helikopter Rusia di dunia. Penyebaran informasi ini hanya akan menjadi ancaman bagi Moskow, namun juga memberikan gambaran menyeluruh bagi dunia internasional mengenai potensi risiko yang melekat.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER