Australia mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat pertahanan udara Uni Emirat Arab (UEA) di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Mereka akan mengirimkan pasokan rudal udara-ke-udara AIM-120 AMRAAM canggih untuk membantu UEA mengatasi serangan drone dan roket. UEA telah berhasil mencegat lebih dari 1.500 proyektil sejak awal operasi Epic Fury, dan Australia ingin membantu memastikan keselamatan warga sipil yang tinggal di UEA.
Langkah ini berfokus pada pertahanan defensif, terutama untuk melindungi warga Australia di UEA dan warga lainnya di Timur Tengah. Angkatan Udara Australia (RAAF) juga akan mengerahkan pesawat peringatan dini dan kontrol udara E-7A Wedgetail untuk memantau ruang udara dan memberikan koordinasi radar kepada jet tempur UEA.
Rudal AMRAAM merupakan senjata standar blok Barat untuk pertempuran udara jarak jauh. Meskipun efektif militer, penggunaannya terhadap drone murah memicu diskusi tentang efisiensi biaya. Biaya intersepsi rudal AMRAAM jauh lebih tinggi daripada harga drone Shahed-136 buatan Iran. Meskipun demikian, UEA melihat biaya ini sebagai “asuransi” untuk melindungi fasilitas vital mereka.
Bantuan Australia memberikan dukungan signifikan bagi pertahanan udara UEA. Dengan penambahan stok AMRAAM dan dukungan intelijen dari pesawat E-7A Wedgetail, UEA dapat meningkatkan perlindungan udara mereka. Australia memastikan bahwa bantuan yang mereka berikan bertujuan untuk stabilitas dan pengawasan di Teluk, bukan untuk operasi ofensif langsung ke Iran.


