Wednesday, December 17, 2025
HomeMiliterAkuisisi Sistem Rudal Hanud Modular Barak MX dari Israel oleh Thailand: US$107...

Akuisisi Sistem Rudal Hanud Modular Barak MX dari Israel oleh Thailand: US$107 Juta

Thailand telah resmi mengakuisisi sistem pertahanan udara (hanud) berbasis rudal Barak MX dari Israel Aerospace Industries (IAI) setelah pembatalan pesanan dari Denmark. Angkatan Udara Kerajaan Thailand (Royal Air Thai Force – RTAF) telah mengalokasikan anggaran khusus sebesar 3,44 miliar Baht Thailand atau sekitar US$107 juta untuk pembelian sistem hanud tersebut. Meskipun detail spesifik mengenai jumlah baterai atau unit peluncur yang dibeli tidak diungkapkan, keputusan RTAF ini memungkinkan mereka fokus pada pertahanan titik yang kritis, melindungi pangkalan udara utama dan instalasi penting lainnya dari serangan rudal dan pesawat musuh.

Barak MX dirancang dengan arsitektur modular yang unik, memungkinkan RTAF menggunakan satu sistem radar dan command post yang sama untuk mengendalikan berbagai jenis rudal dengan jarak dan ketinggian intersepsi yang berbeda. Sistem ini juga dilengkapi dengan booster tambahan dan motor dual-pulse, meningkatkan kemampuannya terhadap rudal balistik taktis. Kecepatan rudal ini biasanya sangat tinggi, mencapai Mach 3 atau lebih untuk dapat mencapai dan mencegat target yang bergerak cepat.

Kehadiran Barak MX dalam pertahanan udara Thailand diharapkan dapat memberikan respons yang lebih baik terhadap berbagai ancaman, mulai dari drone hingga rudal jelajah. Hal ini menjadi langkah penting mengingat meningkatnya kekhawatiran regional dengan munculnya ancaman serangan jarak jauh dari negara tetangga seperti Kamboja dan Myanmar. Meningkatnya penggunaan UAV, amunisi loitering, dan rudal jelajah semakin menegaskan pentingnya solusi intersepsi yang andal.

Keputusan Thailand untuk berinvestasi dalam sistem HIMAD diikuti dengan evaluasi oleh Angkatan Darat dan Angkatan Laut Thailand terhadap penggunaan sistem Barak MX. Hal ini dapat memperluas penggunaan sistem ini di seluruh angkatan untuk membangun jaringan pertahanan udara operasional bersama yang lebih kuat. Selain itu, Filipina juga menerima kedatangan baterai pertama rudal hanud Spyder yang dikirim oleh Israel lebih cepat dari jadwal.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER