Wednesday, December 17, 2025
HomeMiliterMeyu Arrow: UCAV Helikopter Cina Operasi 7.000 Meter

Meyu Arrow: UCAV Helikopter Cina Operasi 7.000 Meter

Pengenalan drone copter (helikopter) medium dengan kemampuan terbang di ketinggian tinggi oleh Cina menjadi sebuah terobosan baru. Helikopter ini, Meyu Arrow, diproduksi oleh Tengden Technology dan dirancang khusus untuk mendukung operasi militer di wilayah pegunungan. Tengden Technology, yang berkantor pusat di Sichuan, Cina, terkenal dengan fokusnya pada pengembangan sistem nirawak (UAS) untuk kondisi lingkungan ekstrem, terutama di daerah dataran tinggi seperti Tibet.

Meyu Arrow dikembangkan sebagai platform serangan-pengintaian dan pengawal bersenjata untuk operasi di wilayah pegunungan dan dataran tinggi. Keunggulan utama helikopter ini adalah kemampuan VTOL (lepas landas dan mendarat vertikal) yang khas pada helikopter, ditambah dengan daya tahan lama dan kemampuan menyerang presisi di udara tipis.

Dengan panjang 7,87 meter dan diameter rotor utama 6,4 meter, Meyu Arrow mampu terbang hingga ketinggian 7.000 meter dengan endurance selama 8 jam. Meskipun spesifikasi mesinnya tidak diungkapkan, helikopter ini diduga menggunakan mesin turbin tunggal untuk mencapai ketinggian operasional yang luar biasa. Meyu Arrow berhasil mencapai kecepatan 135 km/jam pada ketinggian 6.500 meter, yang menjadi keunggulan saat dioperasikan di daerah dataran tinggi.

Misi utama Meyu Arrow meliputi pengintaian, serangan presisi, dan pengawalan bersenjata di lingkungan dataran tinggi, seperti perbatasan Himalaya. Helikopter ini juga dilaporkan telah berhasil menyelesaikan uji tembak rudal pertama di ketinggian di atas 4.000 meter. Payload Meyu Arrow, meskipun tidak diungkapkan secara spesifik, diperkirakan memiliki berat maksimum hingga 2.500 kg, dengan payload untuk senjata dan sensor mencapai 200 kg hingga 400 kg.

Sebagai pengembangan lanjutan, Meyu Arrow sedang dikembangkan untuk kendali Beyond-Line-of-Sight (BLOS) menggunakan koneksi satelit, sehingga dapat dikendalikan di atas jangkauan 6.000 meter. Ini menjadi langkah positif dalam penggunaan drone copter untuk operasi militer di ketinggian ekstrem.

Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER