Pada 7 Desember 2025, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas koordinasi penanganan bencana di Sumatera di Lanud Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengumumkan rencananya untuk mendatangkan Mi-26, helikopter angkut terbesar di dunia, yang langsung menjadi viral di kalangan netizen. Upaya penanganan bencana mendesak ini menciptakan rasa penasaran, terutama terkait mekanisme pengadaan Mi-26 dan bagaimana helikopter ini akan membantu dalam pengiriman bantuan darurat ke warga terdampak bencana.
Komparasi kapasitas kargo Mi-26 yang mencapai 20 ton, menjadi sorotan dibandingkan dengan helikopter H225M Caracal yang saat ini digunakan oleh TNI. Pengalaman penulis yang melihat Mi-26 secara langsung di tahun 2022 menambah kesan tersendiri terhadap helikopter raksasa ini. Dibuat oleh Uni Soviet pada era Perang Dingin, Mi-26 dirancang untuk mengangkut kargo berat dan menjadi salah satu penyokong utama dalam berbagai proyek konstruksi dan bantuan bencana.
Keunggulan Mi-26 salah satunya terletak pada fasilitas ruang kargo yang dilengkapi dua derek listrik untuk memindahkan muatan dengan lebih efisien. Dikenal sebagai helikopter pertama yang menggunakan rotor utama delapan bilah, Mi-26 didukung oleh dua mesin turboshaft yang sangat kuat. Helikopter ini umumnya dioperasikan oleh perusahaan kargo yang fokus pada operasi angkat berat dan logistik ke lokasi terpencil, sering kali disewakan untuk proyek infrastruktur besar, penanggulangan bencana, dan kegiatan operasional lainnya.
Upaya untuk mendatangkan Mi-26 menjadi langkah penting dalam memperkuat penanganan bencana di Indonesia. Dukungan dari perusahaan-perusahaan kargo dan operator charter terkemuka, seperti Russian Helicopters dan UTair Cargo, diyakini akan memperkuat kemampuan dalam menanggapi keadaan darurat. Fokus pada peningkatan varian Mi-26, seperti Mil Mi-26T2V, juga menunjukkan upaya terus menerus untuk meningkatkan performa helikopter raksasa ini dalam berbagai situasi.


