Sistem pertahanan udara jarak pendek terbaru dari Kalashnikov Concern, yang dikenal sebagai Krona, telah memasuki tahap uji coba pendahuluan. Pengembangan Krona dilakukan dengan cepat, kurang dari dua tahun sejak riset awal, berdasarkan pengalaman langsung dalam menghadapi ancaman drone di medan tempur modern. Sistem ini dirancang sebagai arsitektur pertahanan terintegrasi untuk melindungi infrastruktur penting dan wilayah perkotaan dari infiltrasi drone yang terbang rendah. Krona dilengkapi dengan konsep sensor-to-shooter yang otomatis, memungkinkan untuk menciptakan jaringan pertahanan yang luas dan responsif.
Fitur utama dari Krona adalah kemampuan transisi cepat dari mode mobil ke siap tempur dalam waktu 10 menit saja. Dengan baterai Krona yang terdiri dari hingga enam kendaraan tempur atau modul statis yang dikendalikan dari pos komando, sistem ini dapat menangani target dalam radius 1 hingga 6 kilometer dengan ketinggian mulai dari 30 meter hingga 3,5 kilometer. Satu fitur unik dari Krona adalah penggunaan dua jenis rudal yang berbeda, yaitu rudal Sosna-R dengan pemandu laser beam-riding dan rudal 9M333 dengan pemandu optik, memberikan fleksibilitas taktis yang tinggi dalam menghadapi berbagai jenis target.
Alan Lushnikov, Direktur Utama Kalashnikov Concern, menegaskan bahwa pengembangan Krona bertujuan untuk mengisi celah operasional hanud titik dengan fokus pada kecepatan reaksi dan otomatisasi. Dengan integrasi rudal-rudal yang telah diproduksi secara serial ke dalam manajemen pertempuran digital terbaru, Krona diharapkan akan menjadi solusi praktis dan ekonomis bagi Rusia dalam menghadapi serangan drone yang semakin kompleks di masa depan. Dengan demikian, Krona adalah langkah maju dalam pertahanan udara jarak pendek yang membuka peluang baru bagi pertahanan negara.


