Sea-Based X-Band Radar (SBX-1) yang terpasang di Pearl Harbor, Hawaii, adalah salah satu aset militer paling unik dan penting di dunia yang menjadi sorotan dalam film “Interceptor” (2022). Meskipun tampil seperti instalasi minyak lepas pantai, SBX-1 sebenarnya adalah sensor bergerak seberat 50.000 ton yang menjadi pertahanan AS terhadap ancaman rudal balistik terutama di kawasan Pasifik. Dikembangkan sebagai bagian dari Ground-Based Midcourse Defense, SBX-1 memiliki radar X-Band Phased-Array terbesar dan paling canggih di dunia yang mampu mendeteksi objek seukuran bola baseball dari jarak hingga 4.000 km.
SBX-1 merupakan sensor midcourse yang dirancang untuk melacak rudal balistik saat berada di ruang angkasa, sejak ketinggian puluhan hingga ratusan kilometer. Beroperasi untuk pertama kalinya pada tahun 2006, SBX-1 juga merupakan elemen peringatan dini yang memberikan waktu berharga bagi pengambil keputusan ketika mendeteksi rudal baru diluncurkan. Data presisi dari SBX-1 dikirimkan secara real-time ke rudal pencegat berbasis darat untuk menangkal ancaman sebelum mencapai target.
Dilengkapi dengan 85-87 awak yang terdiri dari Merchant Mariners AS, teknisi civil dari Raytheon, dan personel Missile Defense Agency, SBX-1 memegang kontrak pemeliharaan jangka panjang hingga Maret 2031. Meskipun diportrayalkan dalam film sebagai membawa rudal pertahanan udara, SBX-1 sebenarnya hanya fokus pada sensor tanpa kemampuan untuk menembakkan rudal atau senjata pertahanan. Aset ini terus menjadi elemen penting dalam pertahanan rudal AS di masa yang akan datang.


