Kementerian Pertahanan Inggris (UK Ministry of Defence/MOD) telah mengumumkan penerbitan Request For Information (RFI) untuk program Fast Jet Training System (JTS) terbaru. Langkah ini menandai upaya pencarian pesawat pengganti untuk armada jet latih Fast Jet Training Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force/RAF) dan tim aerobatik terkenal mereka, Red Arrows.
Armada Jet Latih yang Akan Digantikan
Program JTS bertujuan untuk menggantikan dua varian jet latih buatan BAE Systems yang telah digunakan oleh RAF selama bertahun-tahun, yaitu Hawk T2 untuk latihan penerbang jet tempur tingkat lanjut, dan Hawk T1 yang merupakan jet utama Red Arrows. Rencananya, Hawk T1 Red Arrows akan pensiun pada tahun 2030.
Hawk T1 pertama kali dioperasikan oleh RAF pada tahun 1970-an dan menjadi jet latih yang digunakan oleh Red Arrows sejak 1979. Pesawat dua tempat ditenagai oleh mesin turbofan Rolls-Royce Turbomeca Adour Mk 151 tanpa afterburner, mampu mencapai kecepatan maksimum Mach 0,84 atau sekitar 1.028 km/jam.
Kandidat Pengganti Potensial
Dengan penerbitan RFI ini, berbagai produsen pesawat militer global tertarik untuk menawarkan solusi mereka. Beberapa kandidat yang mungkin bersaing dalam program JTS Inggris adalah Boeing T-7A Red Hawk dari Amerika Serikat, Leonardo M-346 Master dari Italia, KAI T-50 Golden Eagle dari Korea Selatan, dan konsep jet latih ringan buatan Inggris.
Keputusan dari program ini tidak hanya akan memengaruhi pelatihan penerbang generasi baru RAF, tetapi juga akan menciptakan pesawat baru yang menjadi simbol atraksi udara Inggris di tingkat internasional setelah tahun 2030.


